Jumat, 21 Oktober 2016

KMP Munic VII Kandas Dihempas Angin Kencang


Gilimanuk (Wisma Berita)

Angin kencang kembali terjadi di perairan Selat Bali, Jumat (21/10) sore hingga membuat arus penyebrangan di pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali -Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur ditutup sementara. 

Atas angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.20 Wita, KMP Munic VII yang sedang sandar di dermaga Landing Craft Macine (LCM) di Pelabuhan Gilimanuk menjadi kandas. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KMP Munic VII yang memuat beberapa kendaraan ini kandas karena terdorong angin kencang ke arah Selatan dengan posisi melintang, sementara air laut saat itu sedang surut. 

Dari kejadian itu, sejumlah kapal terpaksa lego jangkar di sebelah utara dermaga LCM atau di barat Pura Segara. Bukan hanya itu, KMP lain juga tidak bisa sandar karena sebagian badan KMP Munic VII menutupi dermaga MB III. 

Hingga penyebrangan dibuka jembali sekitar pukul 16.40 Wita posisi KMP Munic VII masih tetap melintang di dermaga LCM. Kejadian itu berdampak twrjadinya penumpukan kendaraan terutama truk diareal Pelabuhan Gilimanuk. 

Supervisi ASDP Unit Pelabuhan Gilimanuk, Suyitno menjelaskan bahwa angin dari Utara sangat kencang hingga mendorong KMP Munic VII ke Selatan. "Sekira pukul 19.50 Wita KMP Munic VII akhirnya berhasil ditarik dengan mengunakan tag boat Tanjung Wangi, selanjutnya melanjutkan pelayaran ke Ketapang, Banyuwangi da sekarang penyeberangan sudah normal kembali” ujarnya. (JMS)

Dinobatkan Jadi Toga, Anggota TNI Ini Cerahkan Berjuta Umat


Jembrana (Wisma Berita)

Jro Mangku Suar, demikianlah kini panggilan akrab dari Serma I Putu Suardana, seorang anggota TNI yang aktif sejak tahun 1997 dan hingga kini masih berdinas di Kodim 1617/Jembrana, setelah dirinya dinobatkan oleh umat menjadi salah seorang Pemangku (pemimpin persembahyangan umat Hindu) di Pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi yang terletak di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi, merupakan salah satu pura yang menjadi tempat bersembahyang bukan saja umat Hindu di Bali melainkan seluruh umat Hindu yang ada, sehingga di luar kedinasannya Jro Mangku Suardana harus senantiasa memimpin, sekaligus mendoakan juga memberikan pencerahan sepiritual dari jutaan umat Hindu yang telah dan akan bersembahyang di pura tersebut.

Jro Mangku Suar lahir di Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada tanggal 19 Arpil 1975 dari pasangan orang tua bernama Jro Mangku Waniya dan (Alm) Jro Mangku Sutiari, memang sejak masa mudanya terlihat telah senang dengan kehidupan sepiritual, hingga telah beberapa kali rampung dalam penyusunan buku-buku keagamaan (khusus Hindu) seperti Buku Puja Pengastawa (Piodalan & Kramaning Sembah) juga menulis Buku Tatwa Liak yang memuat kontroversi pelurusan sejarah tentang ajaran Liak di Bali yang sejatinya adalah ajaran tingkat sempurna yakni warisan adiluhung dari leluhur Hindu di Bali bahkan ajaran ini adalah sebagai salah satu tuntunan dalam mencapai tingkatan Moksa yang merupakan tujuan akhir dari agama Hindu, akan tetapi selama ini selalu dikambinghitamkan (dipropaganda) hanya pada ranah kejahatan.

Berikut, karena keterbatasan dana maka Jro Mangku Suar berharap nantinya ada investor yang dapat mempublikasikan buku-buku karyanya demi kepentingan umat. "Saya berharap, salah satunya melalui penulisan buku Tatwa Liak ini masyarakat kemudian dapat lebih mengenal apa dan bagaimana sesungguhnya ajaran Liak (Pangeliakan) disini, sehingga dapat memberikan wawasan maupun pengetahuan lebih mendalam serta bermanfaat bagi semua pihak dan buku Tatwa Liak nantinya juga dapat dijadikan Buku Wajib dan salah satu acuan dalam menetukan sendi-sendi budaya Bali", ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus mengapresiasi bahkan setiap anggotanya yang ingin berbuat dan berkarya baik demi umat, bangsa dan negara seperti dinobatkannya Jro Mangku Suar menjadi salah seorang Tokoh Agama (Toga), karena apa yang dilakukannya adalah di sela-sela kedinasannya dan demi kepentingan umat serta hal ini juga merupakan salah satu bentuk kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat, hingga semboyan "Bersama Rakyat TNI Kuat" memang demikian adanya karena TNI benar-benar telah manunggal dan semakin dicintai rakyat. (JMS)

Kamis, 20 Oktober 2016

Hindarkan Kecelakaan, Babinsa Pasang Tanda Pada Jembatan Berlubang


Medewi (Wisma Berita)

Sejumlah titik pada ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk wilayah Kabupaten Jembrana kembali mengalami beberapa kerusakan yang cukup parah, dimana kondisi ini terlihat dari banyaknya jalan berlubang dan bergelembung, terutama hampir pada seluruh jembatan yang ada.

Kerusakan ini disinyalir telah terjadi sejak sebulan belakangan ini, dimana pada beberapa bagian telah dilakukan perbaikan dengan cara tambal sulam aspal, namun ada kerusakan di beberapa bagian ruas jalan yang menjadi bertambah parah lantaran tidak kunjung mendapat penangan dari istansi terkait seperti yang terjadi di Jembatan Bilukpoh yang menghubungkan antara Kelurahan Tegal Cangkring dengan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kupaten Jembrana juga jembatan Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana bahkan lubangnya saat ini telah mencapai kedalaman dan hampir 1 meter.

Tidak ada pemasangan tanda pada lubang-lubang jalan itu sehingga disinyalit sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor terlebih jika kaitkan dengan faktor cuaca yang saat ini sering turun hujan, membuat lubang-lubang tersebut tergenang air sehingga tidak kelihatan. Apalagi waktu malam hari, dipastikan pengendara tidak bisa melihat lubang-lubang tersebut juga akibat minimnya lampu penerangan jalan di sekitarnya.

Kondisi ini menggungah kepedulian seorang Babinsa Koramil 1617-04/Pekutatan, Sertu I Putu Ariasa Kamis (20/10) untuk memberikan tanda pada lubang jalan yang terjadi di jembatan Medewi. “Sudah sering ada pengendara sepeda motor yang jatuh lantaran terperosok dalam lubang ini dan kebanyakan saat malam hari bahkan truk bermuatan berat juga sering pernya patah, saya berharap dengan pemasangan tanda ini dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan karena lubang yang terjadi saat ini bahkan sudah sampai tembus bawah jembatan," ujarnya.

Di sisi lain, warga meminta pihak pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.

Dari hasi konfirmasi, Kadis Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Pemkab Jembrana IGN Bagus Putra Riyadi mengatakan kerusakan jalan tersebut di samping lantaran musim penghujan, juga akibat banyak dilewati oleh truk-truk besar bermuatan berat. Pihaknya menghimbau kepada pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan waspada. Hendaknya mengurangi kecepatan kendaraan qnkarena banyak jalan berlubang dan bergelombang. "Karena itu demi keselamatan berlalu lintas, kami harapkan kewaspadaannya dan kami juga menghimbau istansi terkait terutama Balai Jalan Nasional sebagai penanggung jawab agar segera melakukan perbaikan," terangnya. (JMS)

Rabu, 19 Oktober 2016

Kenangan Indah Bersama TMMD Takkan Pernah Terlupakan


Pekutatan (Wisma Berita)

Berakhirnya kegiatan TMMD ke-97 tahun 2016 di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana yang digelar oleh Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana ini pada Rabu (19/10), mewajibkan seluruh prajurit TNI harus kembali ke induk kesatuan atau markasnya masing-masing.

Terkait hal itu, berjuta kenangan indah seakan tertinggal dan kesan itu akan senantiasa dikenang oleh warga, lantaran keberadaan Prajurit TNI yang tinggal di lokasi TMMD selama dalam kurun waktu sebulan penuh ini dirasa sungguh sangat bermakna dan bermanfaat bagi warga.


Berbagai pekerjaan fisik yang berhasil dilakukan seperti diantaranya pembangunan jembatan, pembuatan jalan, bedah rumah dan jambanisasi berhasil diselesaikan dan terwujud sesuai target yang dicanangkan berkat gotong royong antara prajurit TNI dan warga dengan tidak mengenal lelah bekerja keras bersama, siang dan malam sekalipun dalam cuaca terik dan hujan.

Demikian halnya dengan kegiatan non fisik yang diantaranya membuat para prajurit TNI selama mengikuti program TMMD harus menginap di rumah-rumah warga, adalah hal yang memungkinkan prajurit TNI untuk aktif berbaur dalam kegiatan bersama masyarakat seperti mengikuti setiap penyuluhan yang melibatkan berbagai instansi terkait diantaranya Polres dan Pemkab Jembrana sebagai Narasumber, olah raga bersama, juga membantu warga yang menggelar upacara adat maupun keagamaan, ronda malam, bahkan pagelaran panggung hiburan hingga ngobrol bersama warga di warung kopi.


Sebagaimana diungkapkan salah seorang warga Desa Gumbrih, I Made Sila Darsana (46) mengaku sangat senang dengan kedatangan bapak-bapak TNI dalam kegiatan TMMD tersebut. "Saya bahkan sempat menangis karena sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa tinggal serumah dengan tentara. Saya sama sekali tidak merasa terbebani ataupun kerepotan, justru kami merasa bangga rumah kami bisa terpilih untuk ditimpati prajurit TNI. Hari inipun kami kembali menangis seakan merasa kehilangan, mengingat para prajurit harus kembali ke masrkasnya seiring berakhirnya kegiatan TMMD ini karena kami telah menganggap mereka seperti keluarga sendiri," ucapnya sambil menitikkan air mata bersama harapan para prajurit itu sesekali waktu berkenan mampir lagi ke rumahnya.


Kesan positif juga dirasakan warga lainnya, I Wayan Sudarmawan (49) yang merupakan warga kurang mampu asal Desa Gumbrih yang menerima bantuan berupa perbaikan (bedah) rumah. "TNI itu bagaikan dewa penolong, kami warga miskin dengan pekerjaan serabutan dan penghasilan tidak menentu, tidak pernah terpikir jika kami bisa memperbaiki rumah kami yang pasti bocor setiap saat turun hujan bahkan kondisinya sudah mau roboh", ujarnya terbata-bata mewakili keluarganya karena terharu. "Terima kasih bapak-bapak TNI yang sudah membangun rumah kami dan kami tidak bisa membalas semua kebaikan ini, tetapi kami yakin Tuhan pasti akan membalasnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Gumbrih yang telah berjuang hingga rumah kami bisa menjadi sasaran TMMD", imbuhnya.


Begitulah sebagian kecil potret dari TMMD yang digelar di bawah pimpinan Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Dansatgas TMMD Kodim 1617/Jembrana dan masih banyak lagi kenangan serta kesan indah yang ditinggalkan TNI dalam program TMMD ke-97 tahun 2016 di Kabupaten Jembrana ini.

Warga berharap, program ini dapat kembali hadir di tahun-tahun mendatang, sehingga semboyan "Bersama Rakyat TNI Kuat" memang demikian adanya karena TNI benar-benar telah manunggal dan semakin dicintai rakyat. (JMS)

Kasdam Resmi Tutup TMMD Dengan Hasil 100%


Pekutatan (Wisma Berita)

Kegiatan TMMD ke-97 tahun 2016 di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana yang digelar oleh Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana, hari ini Rabu (19/10) secara resmi ditutup melalui Upacara Penutupan yang dilaksanakan di lapangan umum desa setempat, ditandai dengan pelepasan tanda peserta TMMD serta penyerahan bingkisan maupun Doorprice kepada para perwakilan oleh Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Stefhanus Tri Mulyono selaku Inspektur Upacara.

Pelaksanaan upacara penutupan TMMD tersebut tampak dihadiri oleh Bupati Jembrana I Putu Artha beserta para SKPD, Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo beserta Jajaran, para Asisten Kasdam IX/Udayana, para Kabalak Kodam IX/Udayana, Kasi Ter Korem 163/WSA Mayor Inf I Gusti Bagus Wisastra, Unsur Muspika Pekutatan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Jembrana, para Palajar, Veteran, para Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, serta para Tokoh Pemuda se-Kabupaten Jembrana.

Dalam sambutan yang dibacakan Kasdam IX/Udayana dikatakan bahwa lebih kurang satu bulan para prajurit, pemerintah daerah dan segenap komponen masyarakat telah bekerjasama menyelesaikan program TMMD ke-97 dimana kebersamaan yang sudah lama kita bangun dan selalu kita jaga ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Bangsa pada masa sekarang ini, salah satu diantaranya ialah dengan membantu Pemda dalam menyiapkan dan memperbaiki infrastruktur serta mengakselerasi program Pemerintah Daerah yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materiil, karena berkat kerja keras dan kesungguhan dari semua unsur, kegiatan TMMD ke-97 ini dapat terselenggara dengan aman dan lancar.

Program TNI Manunggal Membangun Desa ini telah dimulai sejak tahun 1980-an dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih kurang 35 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program TMMD masih sangat dibutuhkan, dimana sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat relevan dan sesuai dengan koridor Undang-Undang. TMMD ke-97 tahun 2016 ini, telah menyelesaikan sebanyak 165 sasaran fisik berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia, diantaranya ialah pembangunan sarana berupa pembangunan jalan baru, pembuatan jalan makadam, rabat jalan, peningkatan jalan, betonisasi jalan, semenisasi serta penimbunan, pelebaran dan pengerasan jalan.

Selain itu, TMMD tahun ini juga melaksanakan pembangunan infrastruktur lainnya yaitu pembuatan dan rehab jembatan, pembuatan tanggul dan gorong-gorong, pembangunan halte, pembuatan pos kamling, pembuatan sarana olah raga, serta renovasi dan pembangunan rumah ibadah serta sekolah. Termasuk juga pembangunan sarana sanitasi dan pusat-pusat kegiatan masyarakat. Disamping sasaran fisik telah menyelesaikan sasaran non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang Bela Negara dan Ketahanan Nasional. Pembangunan Non-fisik ini sangat dibutuhkan dalam rangka memelihara dan memperkokoh jiwa dan semangat Nasionalisme masyarakat dalam menangkal berbagai ancaman disintegrasi Bangsa yang dilancarkan melalui Proxy War, berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, masih eksisnya bahaya terorisme, meningkatnya aksi kriminalitas secara kualitas dan kuantitas, serta isu bangkitnya kembali komunisme. Oleh karenanya TMMD ini adalah salah satu upaya TNI AD dalam memperkuat dan memberdayakan ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah.

Apabila dalam pelaksanaan TMMD ke-97 ini, terdapat tutur kata dan tingkah laku para prajurit, yang tidak berkenan di hati masyarakat, baik disengaja maupun tidak, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.


Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar ini juga merupakan salah satu solusi bagi Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan percepatan pembangunan di daerah, utamanya daerah-daerah yang sampai saat ini masih dikatagorikan sebagai daerah tertinggal, terisolir, terpencil, perbatasan dan kumuh perkotaan.

"TMMD ini operasi Bhakti Sosial Kemasyarakatan yang sangat efektif dan efisien, karena operasi ini dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat di lokasi TMMD dan hasilnya juga adalah dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya.

Kasdam mengharapkan, sinergisitas antara TNI, Polri dan Pemkab Jembrana dengan masyarakat yang telah terbentuk melalui kegiatan TMMD ini bisa terus ditingkatkan.

"Sekali lagi, kami sangat berterima kasih kepada TNI dan masyarakat dimana sudah menyatu membangun daerah, kinerja gotong royong yang kuat adalah merupakan modal membangun masa depan dan kegiatan TMMD telah dilaksanakan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab serta permohonan maaf jika terjadi kesalahan selama pelaksanaan TMMD," ujar Kasdam.

Dalam amanat juga dipesankan, agar hasil program TMMD ini dipelihara dengan sebaik-baiknya sehingga masa pakai bisa bertahan lama dan kepada para pelaksana agar melakukan evaluasi demi penyempurnaan penyelenggaraan TMMD kedepannya.

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Dansatgas TMMD Kodim 1617/Jembrana dalam laporannya mengatakan, TMMD ke- 97 tahun 2016 ini meliputi berbagai sasaran baik fisik maupun non fisik. "Adapun pembangunan fisik utama yaitu pembuatan jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 5 meter yang berfungsi untuk menghubungkan antara dusun Serong, Desa Gumbrih, Kamatan Pekutatan dengan Dusun Dauh Pangkung, Desa Pengeragoan Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana" ujarnya.

Selain pembangunan jembatan sebagai sasaran kegiatan fisik utama, juga dilaksanakan pembangunan sebagai sasaran fisik tambahan dalam TMMD ini, diantaranya berupa pembuatan badan jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 5 meter, bedah rumah kepada warga kurang mampu sebanyak 2 unit dan jambanisasi sebanyak 10 unit. Sedangkan untuk sasaran TMMD non fisik dilakukan dengan metode penyuluhan dalam berbagai materi dengan melibatkan berbagai unsur dan lembaga, seperti bidang Hukum dan Narkoba diisi oleh Polres Jembrana, bidang Pertanian, Kesehatan Wasbang dan Cinta Tanah Air serta penyuluhan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terkait dengan Hak serta Kewajiban WNI dan Administrasi Kependudukan, telah rampung dilaksanakan dengan hasil 100% secara kwalitas dan kwantitas sesuai target yang dicanangkan yakni dikerjakan sejak tanggal 20 September sampai dengan tanggal 19 Oktober 2016 dengan total dana berupa hibah Pemkab Jembrana yang bersumber dari APBD Jembrana sebesar Rp 1 milyar dan dukungan peralatan dari TNI senilai Rp 239.000.000,-" tutup Dandim 1617/Jembrana.

Usai pelaksanaan upacara penutupan, dilanjutkan dengan acara ramah-tamah setelah itu dilakukan pengecekan secara langsung terhadap hasil kerja TMMD tersebut.

Di sela-sela kegiatan, Kepala Desa Gumbrih, I Ketut Nurjana mengatakan setelah ditutupnya pelaksanaan TMMD ini berharap hubungan antara warganya dengan TNI pada umumnya senantiasa dapat terpelihara dengan baik dan akan terus berlanjut. "Kami merasa terharu dan satu kehormatan memperoleh program TMMD ini sehingga kami dapat menikmati pembangunan jalan, jembatan dan banyak lagi sasaran tambahan lainnya serta berbagai penyuluhan, olah raga bahkan sampai panggung hiburan," jelasnya.

Berikut, seorang warga Dusun Serong, I Wayan Sudarmawan (46) mengaku sangat senang adanya TMMD tersebut. "Saya senang sekali bisa bergabung dengan TNI dan telah berhasil dalam membuat jembatan ini yang peruntukannya adalah kepada masyarakat. Di samping itu, warga yang dalam keseharian adalah mayoritas berprofesi sebagai tukang bangunan merasa dapat banyak belajar dari TMMD ini khususnya tentang cara pembuatan kontruksi bagunan", jelasnya.

Sedangkan warga lainnya dari Desa Pengeragoan I Made Sandi (44) menjelaskan, dulu warga yang mau bekerja ke sawah atau ladang termasuk anak-anak ketika hendak berangkat dan pulang sekolah harus menyebrang dengan cara menyusuri sungai yang saat ini menjadi sasaran TMMD karena sebelumnya memang tidak ada jembatan. "Kasihan anak-anak harus batal ke sekolah untuk belajar jika terjadi banjir di sungai, disini saya merasa sangat senang karena dengan rampungnya kegiatan TMMD ini, berarti TNI diantaranya sudah berperan dalam menyelamatkan generasi bangsa, hingga kami juga akan senantiasa berdoa demi kejayaan TNI agar kedepan selalu dapat berkarya demi umat, bangsa dan negara," ungkapnya dengan nada terharu.

Sementara itu, PJS Kepala Desa Pengeragoan I Nyoman Dastra Nurjana mengatakan bahwa kehadiran TNI bersama instansi lainnya dalam kegiatan TMMD tersebut telah mampu membuka kesadaran warganya dalam membangun desa. "Dulunya, warga kami sangat sungkan untuk berkomuninasi dengan TNI, namun berkat TMMD yang mengharuskan para prajurit berbaur tinggal di rumah-rumah warga selama pelaksanaannya ini diakui telah mampu menumbuhkan keakraban antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat sehingga kian terjalin hubungan silaturahmi dan persaudaraan serta tumbuhnya rasa persatuan yang semakin kuat demi mewujudkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Disamping itu, banyaknya tamu yang datangnya dari berbagai SKPD untuk meninjau selama pelaksanaan TMMD, ditambah kehadiran para awak media yang sering meliput kegiatan, juga diakuinya secara tidak langsung telah mempromosikan potensi-potensi desa yang selama ini terpendam akibat terbatasnya komunikasi dan informasi. Terima kasih TNI, teruslah berkarya untuk kesejahteraan rakyat dan berjuang demi kejayaan bangsa dan negara," jelasnya.


Acara penutupan TMMD diakhiri dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita peresmian oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha. (JMS)

Senin, 17 Oktober 2016

Kodim Optimis, TMMD Ditutup Sesuai Target


Pekutatan (Wisma Berita)

Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana selaku pelaksana kegiatan TMMD ke-97 di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Senin (17/10) dengan optimal mulai melaksanakan berbagai persiapan dalam rangka penutupan pelaksanaan kegiatan TMMD tersebut, yang rencananya akan digelar dua hari lagi melalui pelaksanaan upacara yang akan disentralkan di lapangan umum desa setempat.

Setelah sebelumnya melaksanakan rapat persiapan dengan pihak-pihak intansi terkait diantaranya Pemkab Jembrana, berikut hari ini mulai melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya dari pelaksanaan pembersihan hingga penyiapan keperluan nantinya saat pelaksanaan upacara penutupan.

Dalam kesempatan itu, tak ketinggalan Kepala Desa Gumbrih, I Ketut Nurjana beserta puluhan warganya juga terlihat bergabung melaksakanan korve pembersihan serta penyiapan segala keperluan dalam finishing target TMMD tersebut bersama dengan para prajurit TNI.


"Kami optimis, pelaksanaan TMMD memenuhi pencapaian hasil 100% sesuai target yang dicanangkan saat penutupan yang akan dilaksanakan dua hari lagi, baik dalam sasaran fisik utama yakni pembangunan jembatan sepanjang 20 meter dengan tinggi 3,5 meter dan lebar 5 meter termasuk sasaran fisik tambahan diantaranya pembuatan badan jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 5 meter, juga pembangunan bedah rumah terhadap keluarga kurang mampu sebanyak dua unit maupun jambanisasi sebanyak 10 unit serta sasaran non fisik yang diisi dengan berbagai penyuluhan, olah raga bersama dan pementasan panggung hiburan bersama masyarakat," jelas Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Dansatgas TMMD Kodim 1617/Jembrana. (JMS)

Kamis, 13 Oktober 2016

Puluhan Warga Banjiri Balai Banjar Saat TMMD Gelar Pengobatan Masal Gratis


Pekutatan (Wisma Berita)

Balai Banjar Pasar, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Kamis (13/10/16) siang dibanjiri puluhan warga. Pasalnya, selain membangun jembatan sepanjang 200 meter sebagai sasaran fisik utama dan sasaran fisik tambahan lainnya seperti pembuatan badan jalan dan bedah rumah serta jambanisasi, dalam menyukseskan TMMD ke-97 tahun 2016 di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana juga menggandeng Tim Medis Independen Komunitas Instan Hiling dari Jakarta untuk menggelar pengobatan masal secara gratis sebagai sasaran non fisik terhadap warga Kabupaten Jembrana pada umumnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Medis diantaranya Ibu Nana Atmika beserta dua orang rekannya yakni Master Dani dan Master Noval, terhadap warga yang datang berobat rata-rata mendiagnosa jenis penyakit yang kerap dialami hampir setiap orang diantaranya tekanan darah tinggi, migren dan asam urat. "Dihadapkan pada masa pergantian musim saat ini, banyak juga warga yang berobat karena mederita batuk, sakit mata, pilek, demam serta alergi," jelas Ibu Nana Atmika selaku Ketua Tim Medis.

Dalam kesempatan itu, berbagai obat-obatan secara gratis diberikan kepada pasien. Jika dilihat dari skala prioritas, pengobatan tersebut lebih fokus pada penyakit sedang dan ringan, tetapi dari sisi kwalitas dan kwantitas obat-obatan medis yang diberikan tidak kalah dengan obat-obatan yang ada di apotik.

"Terus terang kami merasa bersyukur dan sangat berterima kasih atas terselenggaranya pengobatan ini," ucap Ni Nyoman Suci (45) salah seorang warga setempat di sela-sela puluhan antrian warga yang datang berobat.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, "kami sangat menyambut baik kegiatan TMMD Ke-97 di Desa Gumbrih ini, lantaran banyak sekali warga luar Desa Gumbrih juga bisa mendapatkan pengobatan gratis dari TNI,” ungkap I Made Sulistyawan (36) yakni salah seorang warga dari Desa Yehsumbul, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana yang juga datang berobat disana.

Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Dantgas TMMD menjelaskan, pengobatan gratis ini adalah salah satu program dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 tahun ini, pada intinya bertujuan untuk membantu Pemkab Jembrana dalam hal mensejahterahkan masyarakat melalui pembangunan fisik dan non fisik serta memantapkan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat dalam rangka menyiapkan alat juang serta kondisi juang yang tangguh. (JMS)