Rabu, 26 Oktober 2016

Prajurit TNI, PNS Dan Persit Bersama PKK Terima Sosialisasi Bantuan Teknik Urban Farming


Jembrana (Wisma Berita)

Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta mengurangi biaya konsumsi rumah tangga di kalangan masyarakat hingga secara tidak langsung nantinya dapat menjaga kestabilan nilai rupiah yang dicerminkan oleh nilai kurs dan inflasi, Rabu (26/10) Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar kegiatan sosialisasi Bantuan Teknik Urban Farming kepada para prajurit TNI dan PNS serta PKK dari Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana yang kegiatannya disentralkan di lapangan Kodim 1617/Jembrana.

Kegiatan tersebut tampak antusias diikuti oleh seluruh prajurit TNI dan PNS Kodim 1617/Jembrana serta Minvetcad 23/Negara, Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXXVI Kodim 1617/Jembrana serta PKK Kelurahan Pendem dengan jumlah sebanyak 150 peserta.

Dalam kesempatan itu, Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Edi Kristianto sebagai Ketua Tim Pengembangan Ekonomi menjelaskan, Urban Farming adalah upaya bercocok tanam yang dapat dilakukan di sekitar rumah masing-masing dengan memanfaatkan berbagai media misalnya seperti menanam sayuran atau buah-buahan dalam pot dari botol-botol bekas minuman kemasan sehingga upaya ini juga menjadi solusi yang sangat tepat dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan pangan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan lingkungan hidup maupun untuk menambah pendapatan rumah tangga terutama di daerah perkotaan karena dengan Urban Farming ini dapat dilakukan tanpa memerlukan lahan yang luas bahkan dapat dilakukan media tanpa menggunakan tanah. Menurutnya, sepetak tanah di sekitar rumah bisa menghasilkan sayuran dan sebagainya sampai tanaman hias sehingga dapat mengurangi belanja rumah tangga bahkan Urban Farming dapat menjadi aktivitas bersifat rekreasi yang bermanfaat. Maka, Urban Farming juga merupakan upaya paling mudah menjamin bahan pangan tidak diintervensi bahan kimia seperti pupuk pabrik, insektisida dan pestisida. "Inilah yang dimaksud, kenapa dengan Urban Farming secara tidak langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan serta dapat mengurangi biaya konsumsi rumah tangga masyarakat hingga secara tidak langsung nantinya dapat menjaga kestabilan nilai rupiah yang dicerminkan oleh nilai kurs dan inflasi," jelasnya.


Sementara itu, anggota Tim dari Bank Indonesia Provinsi Bali, I Gede Kadra selaku narasumber terlihat dengan seksma memaparkan materi tentang Urban Farming dimaksud bukan saja dapat diterapkan dalam sektor Pertanian tetapi juga dapat diterapkan pada sektor Peternakan seperti pemeliharaan ikan atau belut dalam media. Pihaknya juga menjelaskan tata cara perawatan tumbuhan dari penanaman hingga perawatan supaya mendapatkan hasil yang baik dan Urban Farming ini dapat ditentukan dengan menggunakan produk pilihan agar menghasilkan nilai jual yang mahal di pasaran. 

Berikut, narasumber lainnya I Dewa Made Gata menjelaskan, khususnya dalam sektor pertanian, hal yang harus dilakukan dalam kegiatan Urban Farming tersebut diantaranya adalah penyiapan media melalui proses fermentasi, pupuk organik cair agar memiliki proses peresapan lebih cepat terhadap tanaman, tanaman yang menunjukan jati dirinya, waktu yang tepat dalam melakukan pemupukan cair harus dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari yakni pagi sekira pukul 06.00 Wita dan sore pukul 16.00 Wita dan memilih tanaman yang cocok ditanam sesuai lokasi.

Dalam kegiatan itu, juga dipraktekkan cara pembuatan pupuk padat Super Bokasi oleh Tim Urban Farming adalah dengan mencampurkan bahan diantarannya 1 ton kotoran sapi/kambing yang sudah melalui proses pengendapan 10%, 1 Liter MA-11 dicampur dengan 15 liter air, 1 kg gula pasir, 15-30 kg dedak dan 1 karung skam padi.

Pasilog Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf H. Karyanto seizin Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan tersebut. "Kami sangat berterima kasih dapat diselenggarakannya kegiatan ini, karena memang di era globalisasi ini hendaknya kita mulai mengadopsi cara Urban Farming (pemanfaatan lahan sempit) misalnya dalam menanam sayuran dan buah-buahan untuk membantu kesulitan yang kita hadapi kedepan," ujarnya. Pihaknya juga berharap, setelah kegiatan ini para prajurit TNI maupun peserta lain nantinya dapat menerapkannya praktek Urban Farming di rumah masing-masing. (JMS)

Selasa, 25 Oktober 2016

TNI Akan Gelar Lomba Burung Berkicau



Mendoyo (Wisma Berita)

Berbagai kegiatan positif dilakukan dalam upaya mewujudkan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat, salah satunya hingga menggelar kejuaraan lomba burung berkicau.

Sebagaimana yang dilakukan Koramil 1617-02/Mendoyo di sela-sela kedinasan para anggotanya, jauh-jauh hari mulai mempersiapakan segala sesuatunya untuk menggelar kejuaraan lomba burung yang rencananya akan diselenggarakan di lapangan pasar Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana pada Minggu (13/11) nanti.

Dari hasil konfirmasi, Danramil 1617-02/Mendoyo, Lettu Inf M. Zainul Eksan Selasa (25/10) mengatakan, kegiatan itu nantinya digelar adalah untuk menyemakrakkan HUT Pahlawan 2016 dimana pihaknya beserta segenap anggota akan menggandeng beberapa instansi maupun club kicau mania serta seluruh lapisan masyarakat dalam sebuah kegiatan yang dirancang menjadi sebuah event kejuaraan lomba burung berkicau khususnya jenis Pleci diantaranya Kepecit dan Kaca Mata bernama POHSANTEN CUP. Dalam kesempatan itu, selain pemberian hadiah juara, pihaknya juga akan mengadakan doorpize untuk merangsang kehadiran masyarakat sebab meski tidak ikut dalam lombapun setiap masyarakat yang datang tetap berkesempatan untuk mendapatkan hadiah.

"Kami berharap masyarakat nantinya bisa menikmati kegiatan tersebut, khususnya para kicau mania dapat menyalurkan hobbinya dan hal terpenting dari kegiatan itu adalah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan burung serta apa yang dilakukan dapat semakin memupuk rasa kekeluargaan antara TNI dengan masyarakat pada umumnya," jelas Danramil.

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf Hendra Ferdinandus mengaku akan senantiasa mendukung setiap prajurit yang mampu berkarya tentunya dalam hal positif bahkan hingga menjadi sebuah prestasi baik terhadap kesatuan, bangsa dan negara. Seperti halnya dalam lomba burung berkicau yang nantinya akan diselenggarakan itu, karena apa yang dilakukan adalah merupakan salah satu program TNI untuk semakin dapat menumbuhkan kedekatan dengan masyarakat, sehingga Kodim 1617/Jembrana pada khususnya bisa lebih akrab dan TNI semakin dicintai masyarakat. (JMS)

Senin, 24 Oktober 2016

Babinsa Turun Langsung Bantu Petani


Mendoyo (Wisma Berita)

Guna menyukseskan Program Swasembada dan Ketahanan Pangan, Senin (24/10) Babinsa Penyaringan, Serda I Komang Alit dari Koramil 1617-02/Mendoyo bersinergi dengan para PPL diantaranya Kordinator PPL Kecamatan Mendoyo I Ketut Suardana, PPL se-wilayah Kecamatan Mendoyo dan petugas Statistik Kabupaten Jembrana I Ketut Sudarma, turun langsung untuk membantu masyarakat petani dalam melaksanakan panen padi (ubinan) di sawah yang berada pada kawasan irigasi (subak) sawah Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Ubinan kali ini, tampak masyarakat petani berjumlah sekira 20 orang bersama Babinsa dengan seksama memanen padi jenis Cherang pada sawah seluas 45 are milik I Wayan Winarko (47) seorang petani asal desa setempat yang menjadi anggota (krama) subak sawah Tibu Beleng tersebut.


Menurut Serda I Komang Alit, panen padi kali ini mengalami peningkatan dan akan terus berkelanjutan. Adapun hasil rata-rata yang didapat adalah sebanyak 8,5 ton/hektar. "Dalam membantu para petani, Babinsa Koramil 1617-02/Mendoyo bukan saja pada saat panen, namun kita bantu sejak mulai pembibitan hingga panen, juga ikut mengawasi perkembangannya bersama Gabungan Kelompok Tani, jelasnya.

Sementara itu, Danramil 1617-02/Mendoyo, Lettu Inf Zainul Ekhsan mengatakan dimana pihaknya akan selalu siap mendampingi para petani dengan mengoptimalkan peran para Babinsanya dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait serta pihak manapun demi suksesnya Program Ketahanan Pangan khususnya wilayah Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Di sela-sela kegiatan panenan, Babinsa juga memberikan sosialisasi praktis tentang pertanian serta memberikan penjelasan pasca panen kepada para petani, sehingga usai panen para petani bisa memahami apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan guna menghadapi musim tanam selanjutnya. (JMS)

Sabtu, 22 Oktober 2016

Usai Blusukan Tinjau Persawahan, Dandim Kunjungi UPO


Jembrana (Wisma Berita)

Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus didampingi Pasi Teritorial Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf I Wayan Yudana, Sabtu (22/10) melaksanakan blusukan untuk meninjau langsung pelaksanaan penanaman padi pertama (bibit) yang di Bali dikenal istilah pengiwit dengan jenis bibit padi Cerang yang dilakukan dengan sistem penanaman sider maupun manual juga pelaksanaan panen padi dan saluran irigasi (subak) di beberapa kawasan subak sawah yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana.

Kegiatan Dandim beserta Jajarannya diawali meninjau sistem irigasi (subak) dan sawah yang akan melaksanakan tanam padi rata-rata seluas 30 are diantaranya milik I Nyoman Sudiarsana (70) dan milik I Made Sujana (40), keduanya adalah anggota krama subak Jelingjing di Lingkungan Ketugtug dan Loloan, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Di tempat itu, Dandim diterima oleh Kelihan Subak Jelinjing Lingkungan Ketugtug I Ketut Jendra dan Kelihan Subak Jelinjing Lingkungan Loloan I Nengah Sumani, didampingi PPL Subak Mertasari Ni Nengah Sudiadi serta para petani setempat sejumlah kira-kira 50 orang.


"Kegiatan ini adalah sebagai realisasi dari pelaksanaan Program Upaya Khusus (Upsus) dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan khususnya di Kabupaten Jembrana," jelas Dandim.

Menurutnya, keberadaan Kodim 1617/Jembrana beserta Jajarannya bukan saja hanya sebatas membantu jajaran Kepolisian dalam melaksanakan Kamtibmas akan tetapi juga membantu Pemerintah Daerah dengan melibatkan anggota Babinsa untuk melaksanakan program khusus bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan, sehingga pihaknya berkewajiban mengawal, membina dan memberikan solusi terbaik terhadap Ketahanan Pangan khususnya di bidang Pertanian.


Dandim juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih diantaranya kepada Babinsa Dauhwaru Sertu I Ketut Arta serta Babinsa Loloan Timur Serma M. Saifudin dari Koramil 1617-01/Negara, juga Babinsa lainnya maupun segenap pihak yang hari ini telah bergabung dengan masyarakat petani melaksanakan tanam atau panen padi di  kawasan subak yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana.

Berikut terkait sistem irigasi (subak), Dandim menyarankan kepada PPL Subak Mertasari hendaknya melaksanakan koordinasi dengan PU Pusat agar nantinya medapatkan proyek perehaban terhadap irigasi subak tersebut.


Seusai meninjau sawah dan irigasi di kawasan subak Jelingjing, Dandim beserta Jajarannya melanjutkan kegiatannya meninjau pelaksanaan panen padi di kawasan subak sawah Tibu Beleng, di Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana seluas kira-ira 175 hektar.

Di wilayah itu, Dandim juga berkesempatan mengunjungi kegiatan Kelompok UPO (Usaha Pupuk Organik) Sari Makmur. Di sana, Dandim diterima Ketua Kelompok UPO Sari Makmur I Nyoman Wiasa dan Wakil Klihan Subak Tibu Beleng I Ketut Bajra didampingi Danramil 1617-02/Mendoyo Lettu Inf. Zainul Ekhsan dan Babinsa Penyaringan Serda I Kmg Alit serta anggota Kelompok UPO berjumlah sekira 8 orang.


Menjelang siang hari, Dandim melanjutkan kegiatannya untuk meninjau pelaksanaan tanam padi maupun panenan yang dilakukan masyarakat petani bersama Babinsa setempat dan sistem irigasi atau pengairan lainnya di beberapa kawasan subak sawah yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana. (JMS)

Jumat, 21 Oktober 2016

KMP Munic VII Kandas Dihempas Angin Kencang


Gilimanuk (Wisma Berita)

Angin kencang kembali terjadi di perairan Selat Bali, Jumat (21/10) sore hingga membuat arus penyebrangan di pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali -Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur ditutup sementara. 

Atas angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.20 Wita, KMP Munic VII yang sedang sandar di dermaga Landing Craft Macine (LCM) di Pelabuhan Gilimanuk menjadi kandas. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KMP Munic VII yang memuat beberapa kendaraan ini kandas karena terdorong angin kencang ke arah Selatan dengan posisi melintang, sementara air laut saat itu sedang surut. 

Dari kejadian itu, sejumlah kapal terpaksa lego jangkar di sebelah utara dermaga LCM atau di barat Pura Segara. Bukan hanya itu, KMP lain juga tidak bisa sandar karena sebagian badan KMP Munic VII menutupi dermaga MB III. 

Hingga penyebrangan dibuka jembali sekitar pukul 16.40 Wita posisi KMP Munic VII masih tetap melintang di dermaga LCM. Kejadian itu berdampak twrjadinya penumpukan kendaraan terutama truk diareal Pelabuhan Gilimanuk. 

Supervisi ASDP Unit Pelabuhan Gilimanuk, Suyitno menjelaskan bahwa angin dari Utara sangat kencang hingga mendorong KMP Munic VII ke Selatan. "Sekira pukul 19.50 Wita KMP Munic VII akhirnya berhasil ditarik dengan mengunakan tag boat Tanjung Wangi, selanjutnya melanjutkan pelayaran ke Ketapang, Banyuwangi da sekarang penyeberangan sudah normal kembali” ujarnya. (JMS)

Dinobatkan Jadi Toga, Anggota TNI Ini Cerahkan Berjuta Umat


Jembrana (Wisma Berita)

Jro Mangku Suar, demikianlah kini panggilan akrab dari Serma I Putu Suardana, seorang anggota TNI yang aktif sejak tahun 1997 dan hingga kini masih berdinas di Kodim 1617/Jembrana, setelah dirinya dinobatkan oleh umat menjadi salah seorang Pemangku (pemimpin persembahyangan umat Hindu) di Pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi yang terletak di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi, merupakan salah satu pura yang menjadi tempat bersembahyang bukan saja umat Hindu di Bali melainkan seluruh umat Hindu yang ada, sehingga di luar kedinasannya Jro Mangku Suardana harus senantiasa memimpin, sekaligus mendoakan juga memberikan pencerahan sepiritual dari jutaan umat Hindu yang telah dan akan bersembahyang di pura tersebut.

Jro Mangku Suar lahir di Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada tanggal 19 Arpil 1975 dari pasangan orang tua bernama Jro Mangku Waniya dan (Alm) Jro Mangku Sutiari, memang sejak masa mudanya terlihat telah senang dengan kehidupan sepiritual, hingga telah beberapa kali rampung dalam penyusunan buku-buku keagamaan (khusus Hindu) seperti Buku Puja Pengastawa (Piodalan & Kramaning Sembah) juga menulis Buku Tatwa Liak yang memuat kontroversi pelurusan sejarah tentang ajaran Liak di Bali yang sejatinya adalah ajaran tingkat sempurna yakni warisan adiluhung dari leluhur Hindu di Bali bahkan ajaran ini adalah sebagai salah satu tuntunan dalam mencapai tingkatan Moksa yang merupakan tujuan akhir dari agama Hindu, akan tetapi selama ini selalu dikambinghitamkan (dipropaganda) hanya pada ranah kejahatan.

Berikut, karena keterbatasan dana maka Jro Mangku Suar berharap nantinya ada investor yang dapat mempublikasikan buku-buku karyanya demi kepentingan umat. "Saya berharap, salah satunya melalui penulisan buku Tatwa Liak ini masyarakat kemudian dapat lebih mengenal apa dan bagaimana sesungguhnya ajaran Liak (Pangeliakan) disini, sehingga dapat memberikan wawasan maupun pengetahuan lebih mendalam serta bermanfaat bagi semua pihak dan buku Tatwa Liak nantinya juga dapat dijadikan Buku Wajib dan salah satu acuan dalam menetukan sendi-sendi budaya Bali", ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus mengapresiasi bahkan setiap anggotanya yang ingin berbuat dan berkarya baik demi umat, bangsa dan negara seperti dinobatkannya Jro Mangku Suar menjadi salah seorang Tokoh Agama (Toga), karena apa yang dilakukannya adalah di sela-sela kedinasannya dan demi kepentingan umat serta hal ini juga merupakan salah satu bentuk kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat, hingga semboyan "Bersama Rakyat TNI Kuat" memang demikian adanya karena TNI benar-benar telah manunggal dan semakin dicintai rakyat. (JMS)

Kamis, 20 Oktober 2016

Hindarkan Kecelakaan, Babinsa Pasang Tanda Pada Jembatan Berlubang


Medewi (Wisma Berita)

Sejumlah titik pada ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk wilayah Kabupaten Jembrana kembali mengalami beberapa kerusakan yang cukup parah, dimana kondisi ini terlihat dari banyaknya jalan berlubang dan bergelembung, terutama hampir pada seluruh jembatan yang ada.

Kerusakan ini disinyalir telah terjadi sejak sebulan belakangan ini, dimana pada beberapa bagian telah dilakukan perbaikan dengan cara tambal sulam aspal, namun ada kerusakan di beberapa bagian ruas jalan yang menjadi bertambah parah lantaran tidak kunjung mendapat penangan dari istansi terkait seperti yang terjadi di Jembatan Bilukpoh yang menghubungkan antara Kelurahan Tegal Cangkring dengan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kupaten Jembrana juga jembatan Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana bahkan lubangnya saat ini telah mencapai kedalaman dan hampir 1 meter.

Tidak ada pemasangan tanda pada lubang-lubang jalan itu sehingga disinyalit sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor terlebih jika kaitkan dengan faktor cuaca yang saat ini sering turun hujan, membuat lubang-lubang tersebut tergenang air sehingga tidak kelihatan. Apalagi waktu malam hari, dipastikan pengendara tidak bisa melihat lubang-lubang tersebut juga akibat minimnya lampu penerangan jalan di sekitarnya.

Kondisi ini menggungah kepedulian seorang Babinsa Koramil 1617-04/Pekutatan, Sertu I Putu Ariasa Kamis (20/10) untuk memberikan tanda pada lubang jalan yang terjadi di jembatan Medewi. “Sudah sering ada pengendara sepeda motor yang jatuh lantaran terperosok dalam lubang ini dan kebanyakan saat malam hari bahkan truk bermuatan berat juga sering pernya patah, saya berharap dengan pemasangan tanda ini dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan karena lubang yang terjadi saat ini bahkan sudah sampai tembus bawah jembatan," ujarnya.

Di sisi lain, warga meminta pihak pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.

Dari hasi konfirmasi, Kadis Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Pemkab Jembrana IGN Bagus Putra Riyadi mengatakan kerusakan jalan tersebut di samping lantaran musim penghujan, juga akibat banyak dilewati oleh truk-truk besar bermuatan berat. Pihaknya menghimbau kepada pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan waspada. Hendaknya mengurangi kecepatan kendaraan qnkarena banyak jalan berlubang dan bergelombang. "Karena itu demi keselamatan berlalu lintas, kami harapkan kewaspadaannya dan kami juga menghimbau istansi terkait terutama Balai Jalan Nasional sebagai penanggung jawab agar segera melakukan perbaikan," terangnya. (JMS)