Minggu, 13 November 2016

Apkam Gabungan TNI, Polri Beserta Jajaran Pemkab Gelar Operasi Jalan Raya


Jembrana (Wisma Berita)

Guna memelihara stabilitas keamanan, selain patroli aparat gabungan diantaranya Polres Jembrana dan Kodim 1617/Jembrana, Subdenpom IX/3-2 Negara beserta jajaran Pemkab Jembrana, Sabtu (12/11) malam juga menggelar operasi keamanan dan ketertiban lalu lintas di jalan raya Sudirman, Kota Negara, Kabupaten Jembrana. 

Operasi yang melibatkan puluhan personil kepolisian dari semua unsur, TNI dan istansi terkait tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jembrana didampingi para petinggi Polres Jembrana lainnya, seperti Kabag Ops, para Kasat dan sejumlah perwira Polres lainnya. 

Dalam operasi, dioptimalkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang bawaan serta kendaraan dan demi kelancaran operasi tampak arus lalu lintas dari arah Gilimanuk dialihkan dari perempatan lampu merah jalan Sudirman masuk ke utara melintasi depan Kantor Bupati Jembrana berlanjut menuju Denpasar. 

Semua kendaraan seperti bus AKAP, bus Pariwisata, travel dan kendaraan pribadi serta sepeda motor diperiksa petugas secara teliti. Pemeriksaan dilakukan terhadap kelengkapan surat kendaraan dan pengemudinya termasuk penumpang dan barang bawaan.

"Langkah ini merupakan langkah antisipasi terhadap sajam, senpi dan bahan-bahan berbahaya lainnya termasuk narkoba serta kejahatan lainnya masuk Bali," jelas Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo. Menurutnya, langkah antisipasi ini adalah untuk memastikan keamanan Jembrana dan Bali pada umumnya serta mengantisipasti kejahatan dengan sasaran anggota polisi yang sedang melaksanakan tugas. Terpenting adalah keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali.

Saat operasi yang digelar mulai pukul 20.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita, petugas tidak menemukan sajam, senpi dan bahan-bahan berbahaya lainnya termasuk narkoba serta pelaku kejahatan lainnya, dimana petugas hanya mendapati pelanggaran lalu lintas. 

Terhadap pelanggaran tersebut dilakukan tilang dan mengamankan lima unit sepeda motor tanpa dilengkapi surat kendaraan. (JMS)

TNI Fasilitasi Warga Gelar Lomba Burung Berkicau


Mendoyo (Wisma Berita)

Berbagai kegiatan positif dilakukan dalam upaya mewujudkan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat, salah satunya hingga menggelar kejuaraan lomba burung berkicau.

Sebagaimana yang dilakukan Koramil 1617-02/Mendoyo di sela-sela kedinasan para anggotanya Minggu (13/11) memfasilitasi segenap warga pencinta Burung menggelar kejuaraan lomba burung berkicau di lapangan pasar Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Dari hasil konfirmasi, Danramil 1617-02/Mendoyo, Lettu Inf M. Zainul Eksan mengatakan, kegiatan ini juga digelar dalam rangka menyemarakkan rangkaian HUT Pahlawan 2016, dimana pihaknya beserta segenap anggota telah menggandeng beberapa instansi maupun club kicau mania serta seluruh lapisan masyarakat dalam sebuah kegiatan yang dirancang menjadi sebuah event kejuaraan lomba burung berkicau khususnya jenis Pleci diantaranya Kepecit dan Kaca Mata bernama POHSANTEN CUP. "Dalam kesempatan ini, kurang lebih ada sebanyak 150 peserta yang ikut lomba dibagi dalam tiga kelas yakni A, B dan C dikombinasi dalam 4 Dakun diantaranya Dakun Pohsanten, Dakun Mendoyo, Dakun PCMI Bazcom (Bali Zosterops Community) dan Dakun Kobra (Koloni Bali Barat) serta 1 event Non Dakun khusus diikuti oleh para Pecalang (Keamanan Adat Bali) dengan Banser  (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama). Bagi pemenang akan diberikan hadiah, akan tetapi selain pemberian hadiah kepada juara, kami juga mengadakan doorpize untuk merangsang kehadiran masyarakat, sehingga meski tidak ikut dalam lomba sekalipun, namun setiap masyarakat yang datang tetap berkesempatan untuk mendapatkan hadiah," jelas Danramil.


Tomy (41), salah seorang peserta lomba asal Surabaya mewakili rekan-rekannya mengaku senang sekali bisa bersinergi dengan TNI dalam event tersebut. "Terlepas dari dapat atau tidaknya juara, namun kami merasa senang sekali, minimal kami bisa menyalurkan hoby dan kami berharap, kedepan event-event seperti ini rutin dilakukan," harapnya.

Sementara itu, Perbekel Pohsanten, I Putu Arya Astika juga mengaku sangat terhibur dimana masyarakat bisa menikmati kegiatan tersebut, khususnya para kicau mania dapat menyalurkan hoby mereka. "Hal terpenting adalah, dengan digelarnya kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan burung dan apa yang dilakukan dapat semakin memupuk rasa kekeluargaan antara TNI dengan masyarakat pada umumnya," jelasnya.


Di sisi lain, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf Hendra Ferdinandus mengaku akan senantiasa mendukung setiap prajurit yang mau berkarya tentunya dalam hal positif bahkan hingga menjadi sebuah prestasi baik terhadap kesatuan, bangsa dan negara. Seperti halnya dalam lomba burung berkicau yang diselenggarakan ini, karena apa yang dilakukan adalah merupakan salah satu program TNI untuk semakin dapat menumbuhkan kedekatan dengan masyarakat, sehingga Kodim 1617/Jembrana beserta jajarannya pada khususnya bisa lebih akrab dan TNI semakin dicintai masyarakat.

Dari pantauan di lokasi, hingga menjelang sore hari kegiatan masih tampak antusias diikuti oleh para peserta lomba. (JMS)

Jumat, 11 November 2016

Jaga Kebhinekaan, Dandim Gelar Pertemuan Dengan Sejumlah Tokoh


Jembrana (Wisma Berita)

Dalam rangka menjaga Kebhinekaan NKRI, Jumat (11/11) Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus menggelar pertemuan dengan sejumlah Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Ormas serta jajaran Taman Pendidikan di wilayah Kabupaten Jembrana.

Pertemuan dilakukan di aula Kodim 1617/Jembrana dikemas dengan metode silahturahmi serta sosialisasi, tampak antusias diikuti oleh sekira 40 orang peserta diantaranya Kadisdik Poraparbud Pemkab Jembrana diwakili oleh Sekdis Poraparbud Kabupaten Jembrana I Putu Fery Yanta, Kakan Kesbangpol Pemkab Jembrana IGN Darma Putra, Unsur Muspika se-Kabupaten Jembrana, Ketua PHDI Kabupaten Jembrana I Komang Arsa, Ketua Walubi Kabupaten Jembrana I Ketut Sujono, Ketua DPP Gerja Katolik Kabupaten Jembrana Don Openg, Ketua LVRI Kabupaten Jembrana I Ketut Gede, Ketua Pebabri Kabupaten Jembrana beserta anggota, Ketua PPAD Kabupaten Jembrana beserta anggota, para Guru SMA, SMK, dan MAN se-Kabupaten Jembrana beserta Siswa siswi dan Anggota Saka Wira Kartika Kodim 1617/Jembrana.

"Silaturahmi ini penting dilakukan agar senantiasa tercipta komunikasi yang baik antar komponen masyarakat," jelasnya Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus.

Dalam kesempatan itu, Dandim menyampaikan materi sosialisali terkait apa yang menjadi pengarahan Panglima TNI diantaranya tentang perkembangan situasi yang terjadi saat ini dan kondisi bangsa dihadapkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, populasi dan kapasitas bumi, pertumbuhan penduduk dunia, perang masa kini yakni perang energi dan perang ekonomi, kondisi Indonesia dari perspektif ancaman diantaranya ancaman terorisme, ancaman narkoba dan persaingan ekonomi.

Dandim berharap, setelah ini para tokoh yang hadir dapat menyampaikan hasil dari pertemuan tersebut kepada segenap masyarakat, terlebih saat ini masyarakat dihimbau agar dapat menahan diri dihadapkan dengan berbagai isu yang dapat memprovokasi, terutama terkait isu yang berbau SARA dan Kesukuan, agar senantiasa dapat menciptakan kondusifitas keamanan dan ketertiban, kerukunan, toleransi beragama dan keberagaman (kebhinekaan) khususnya dari Kabupaten Jembrana. (JMS)

Senin, 07 November 2016

Amankan Sidang Interpol Kapolres Dan Dandim Patroli Pesisir


Jembrana (Wisma Berita)

Dalam rangka mengamankan pelaksanaan sidang  umum Interpol ke-85 di Nusa Dua Bali yang diikuti 190 negara, terhitung mulai tanggal 7 hingga 10 November, Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus serta Kakan Kesbangpol Pemkab Jembrana IGN Dharma Putra, Senin (7/11) melaksanakan patroli pesisir di Selat Bali.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Kapolres AKBP Djoni Widodo mengatakan patroli pesisir ini sejatinya sudah rutin dilaksanakan untuk mendeteksi jalur-jalur pelabuhan nelayan di 30 titik bersama TNI dan Brimob, diantaranya guna mengantisipasi adanya penyelundupan dan penyusupan ke Bali lewat jalur tikus. "Berikut, patroli kali ini merupakan atensi khusus dalam rangka memelihara stabilitas dan meningkatkan keamanan terkait sidang Interpol terlebih dalam sidang Interpol ini membahas tentang isu internasional, narkoba dan yang lainnya. Kami yang memiliki wilayah perbatasan di pintu masuk Bali Barat hingga pemeriksaan barang, orang dan kendaraan senantiasa kami ditingkatkan serta diperiksa dengan teliti," jelasnya.


Menurut Kapolres, untuk pengamanan selama sidang Interpol ini ada tambahan personel BKO dari Mabes Polri dan sudah pernah dilaksanakan rapat koordinasi. Diharapkan sidang interpol berjalan dengan aman dan kondusif. "Di pintu masuk Bali kami juga harapkan pemeriksaan pendatang agar lebih intensif," imbuh Kapolres.

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus juga akan mengoptimalkan peran Babinsa bersinergi dengan para Bhabinkamtibmas. "Sinergitas antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat penting saat pelaksanaan tugas dalam rangka memberikan rasa aman serta mewujudkan tertib sosial di masyarakat. Disamping itu, Dandim juga berharap adanya peran serta dari segenap masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah," jelasnya.


Dari pengamatan sejak dua minggu belakangan ini, pengamanan wilayah Bali Barat memang telah diperketat oleh aparat gabungan TNI, Polri bersama jajaran Pemkab Jembrana. (JMS)

Sabtu, 05 November 2016

Kepala BPIW Kementerian PUPR Kunjungi Pembangunan Ancer


Mendoyo (Wisma Berita)

Pelaksanaan pembangunan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) yang berlokasi kawasan pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi jalan raya Denpasar-Gilimanuk, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana, Sabtu (5/11) dikunjungi Tim Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipimpin Kepala BPIW Kementrian PUPR, Rido Matari Ichwan.

Manajer Teknik PT. Nindya Karya, Arum Sari Trihadiningsih didampingi Manajer K3 PT. Nindya Karya, Eka Putra Jaya dalam paparannya kepada Tim BPIW Kementrian PUPR mengatakan bahwa progres pelaksanaan pembangunan Anjungan Cerdas (Ancer) hingga saat ini mencapai deviasi lebih yakni sebesar 8,6451% dari perencanaan awal sebesar 7,2683% dengan realiasasi menjadi sebesar 15,9224%. Lebih lanjut, Arum mepaparkan site plan pembangunan secara detail sebagai gambaran Ancer jika nantinya telah rampung 100% dalam pengerjaannya. "PT. Nindya Karya mengadopsi Design and Buil, yakni mendisign dan membangun dalam pelaksanaan pembangunan Anjungan Cerdas," jelasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat asal Desa Yehembang yang menjadi lokasi pembangunan Ancer, Jro Mangku Suardana (42) menyambut baik pelaksanaan Ancer karena peruntukannya adalah demi kesejarteraan masyarakat. Pihaknya mengaku telah senantiasa mewanti-wanti agar pelaksanaan pembangunan Ancer mengoptimalisasi kearifan budaya lokal sehingga Ancer nantinya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Salah seorang Pemangku (pemimpin persembahyangan umat Hindu) di Pura Tirtha Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi ini juga memaklumkan agar Ancer senantiasa bisa bersinergi dengan Pura  Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi karena keberadaan pura ini merupakan salah satu pura yang menjadi tempat bersembahyang bukan saja baga umat Hindu di Bali tetapi seluruh umat Hindu yang ada.

Kepala BPIW Kementrian PUPR, Rido Matari Ichwan mengapresiasi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. "Peruntukan Ancer nantinya adalah demi kesejarteraan masyarakat. Dengan hal itu, saya minta pihak manajemen PT. Nindya Karya sebagai pelaksana pembangunan agar tetap mengedapankan design-design bangunan dengan mengadopsi kearifan budaya lokal, salah satunya misalnya seperti apa yang diungkapkan Jro Mangku Suardana," jelasnya.

Terkait hal itu, pihaknya langsung meminta adanya perubahan design seperti pada papan nama Ancer dan sebagainya nantinya bisa menggunakan design khas Bali.

Diakhir kunjungannya, Kepala BPIW Kementrian PUPR, Rido Matari Ichwan juga mengingatkan adanya design tempat sampah karena dengan adanya aktifitas, Ancer nantinya juga pasti akan memiliki urusan dengan sampah. (JMS)

Kamis, 03 November 2016

Pelihara Kemahiran, Kodim Gelar Latihan Menembak


Jembrana (Wisma Berita)

Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak para prajurit TNI, Kodim 1617/Jembrana sejak kemarin hingga hari ini Kamis (3/11), menggelar latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) pada Triwulan IV Tahun 2016, di lapangan tempak Ambyarsari, Desa Belimbing, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana dipimpin langsung oleh Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus.


Latihan tersebut merupakan kegiatan rutin sesuai program yang dilaksanakan setiap Triwulan dengan tujuan untuk memelihara kemampuan menembak setiap prajurit TNI.

"Seluruh anggota diwajibkan mengikuti latihan menembak senjata ringan ini dengan harapan para prajurit TNI khususnya anggota Kodim 1617/Jembrana juga dapat meningkatkan kemampuan dalam bidang menembak. Kemampuan menembak ini sejatinya sudah dimiliki oleh masing-masing prajurit TNI sejak awal mendapatkan Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil). Namun demikian, kemampuan tersebut harus dipelihara dengan latihan yang dilakukan secara rutin," jelas Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus.


Sementara itu, Kasdim 1617/Jembrana Mayor Inf Nanang Sulistiyo mengatakan, kegiatan menembak kali ini berlangsung selama dua hari dengan materi yang dilatihkan menggunakan senapan M16-A1 dan SS1-V3, diantaranya tembak koreksi dan tembak penilaian berjarak 100 meter dengan tiga sikap yakni sikap Tiarap, Duduk dan Berdiri, sedangkan menembak menggunakan pistol P1 hanya menggunakan sikap Berdiri dengan jarak tembak 25 meter. "Bagi anggota yang nilainya di bawah standar, akan digembleng pada latihan menembak Triwulan berikutnya karena setiap prajurit TNI harus memiliki kemampuan mahir dalam menembak," imbuhnya. (JMS)

Jumat, 28 Oktober 2016

Kodim Gelar Upacara Sumpah Pemuda


Jembrana (Wisma Berita)

Kodim 1617/Jembrana, Jumat (28/10) menggelar upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 dengan penuh hikmat di lapangan upacara Makodim 1617/Jembrana dipimpin oleh Pasi Log Kodim 1617/Jembrana Kapten CHB Drs. H. Kariyanto selaku Inspektur Upacara (Irup) dan Lettu Inf M. Zainul Eksan sebagai Komandan Upacara (Danup), yang diikuti oleh seluruh Prajurit TNI serta PNS Kodim 1617/Jembrana.

Pada upacara tersebut, dibacakan Putusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia Tahun 1928 oleh Pasi Ops Kodim 1617/Jembrana, Kapten Inf Fajar R sebagai berikut :

Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia yang diadakan oleh perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan, dengan namanya Yong Java, Yong Sumatera (Pemuda Sumatera), Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Yong Islam Bond, Yong Batak Bond, Yong Cilebes, Pemuda Kaum Betawi dan Perhimpunan Pelajar-pelajar. 

Membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahun 1928 di negeri Jakarta, sesudahnya mendengar pidato-pidato dan pembicaraan yang diadakan didalam kerapatan tadi, sesudah menimbang segala isi pidato-pidato dan pembicaraan ini, kerapatan lalu mengambil keputusan : 

Pertama : Kami Putra Dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia.
Kedua : Kami Putra Dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Bangsa Indonesia.
Ketiga : Kami Putra Dan Indonesia Mengaku Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.

Setelah mendengar keputusan ini kerapatan mengeluarkan keyakinan asas ini wajib dipakai oleh segala perkumpulan-perkumpulan kebangsaan Indonesia :

Mengeluarkan keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan persatuannya : 

Kemauan 
Sejarah 
Hukum-Adat 
Pendidikan dan kepanduan 

Dan mengeluarkan pengharapan supaya putusan ini disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan dimuka rapat perkumpulan kita.

Sementara itu, dalam amanat Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi yang dibacakan oleh Irup dikatakan bahwa melalui peringatan hari sumpah pemuda tahun ini kami menyampaikan salam hangat bagi tokoh-tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan manca negara beserta keluarga untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia, dan terus menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia.

Penghargaan dan hormat kita semua kepada Bung Karno bapak bangsa tokoh pemuda masa itu, yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal. “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

Saat pertama kali mendengar pidato Bung Karno ini, kita mungkin sempat bertanya-tanya apakah mungkin dan bagaimana caranya, hanya dengan 10 pemuda, sebuah negara bisa menggucangkan dunia ? 

Jawaban atas pertanyaan ini akan kita temukan melalui fakta-fakta berikut ini. Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda Indonesia sesuai dengan UU no 40 tahun 2009 tentang kepemudaan. 

Dengan range usia nantara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS-2014) secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar, ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai tahun 2020 sampai 2035 , Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan bonus demografi dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa. 

Bonus demografi menjadi Windosw Opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia rasio usia produkt if di atas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. itu adalah rasio usia produktif terbaik Indonesia yang mulai kita nikmati nanti tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035. 

Lantas, pertanyaan lainnya adalah, apa relevansinya bonus demografi Indonesia dengan pidato Bung Karno tentang sepuluh pemuda mengguncang dunia ? 

Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pumudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia. 

Ketika beberapa waktu yang lalu, Indonesia berhasil mengantarkan seorang pemuda Indonesia usia 23 tahun bernama rio haryanto ke level tertinngi balap mobil internasional f.1, kita baru menyadari pernyataan Bung Karno bukan isapan jempol semata seluruh mata dunia terbelalak, dunia balap internasional seolah tidak percaya ada anak Indonesia yang berhasil menembus balapan paling bergengsi di dunia. 

Begitupun ketika kita berhasil mengembalikan tradisi emas di ajang Olimpiade, Rio De Jeneiro brasil melalui cabang olah raga bulu tangkis, dunia juga berguncang, semua orang pun tahu peraih medali emas itu adalah owi-butet, anak muda berusia 27 dan 30 tahun. 

Bukan hanya di ajang olahraga, di sekt or sektor lain seperti indust ri kreatif, kita juga menemukan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mengharumkan negara dan bangsa di kancah internasional ada joe taslim, aktor muda yang berhasil mengguncang panggung Hollywood melalui film Fast And Furioust ada juga sutradara muda usia 27 tahun asal Blitar - Jawa Timur, Livi Zheng yang berhasil mengguncang panggung perfilman Hollywood melalui karya-karya berkelasnya. 

Di dunia musik kita punya Sandhy Sundoro, musisi muda Indonesia yang di usianya 28 tahun telah berhasil menyabet penghargaan International Contest Of Young Pop Singer Dilatvia pada 2009 dengan mendapatkan nilai nyaris sempurna dari seluruh juri data BPSs menyebutkan bahwa industri kreatif hari ini menyumbang tidak kurang dari 7% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebuah kontribusi yang tidak bisa dianggap kecil di tengah pelambatan ekonomi dunia. 

Hari ini kita juga memiliki anak-anak muda potensial di bidang Start Up. Yang omzetnya mengundang decak kagum pebisnis online dunia ada Nadiem Makarim. Pendiri go-jek, ada Achmad Zaky, Ceo Buka Lapak dan ratusan Ceo-Ceo muda Indonesia di bidang teknologi informasi yang dipercaya oleh perusahaan multinasional tahun 2015, dilaporkan terdapat 62 Start Up. Indonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun rupiah omzet belanja online (e-commerce) Indonesia sendiri pada tahun 2015 dilaporkan telah mencapai Rp. 200 triliun lebih (Kemendag-2015), jika trend ini bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan maju pesat tentu dengan catatan bahwa dari lalu lintas dan mata rantai bisnis online tersebut, para pemuda Indonesia harus berada pada posisi sebagai produsen bukan sekedar sebagai konsumen. 

Selain pencapaian di bidang teknologi informasi, kita juga punya anak-anak muda hebat sekelas Gamal Ali Bin Said (270 asal Malang - Jawa Timur yang berhasil mencuri perhatian pangeran Charles Inggris atas inovasi asuransi Bank Sampah-nya, termasuk, beberapa waktu lalu kita juga dibuat bangga oleh Diplomat Muda Indonesia, Nara Masista Rakhmatia yang mampu mengguncang persidangan PBB karena diplomasinya yang keras, cerdas dan tegas melindungi Papua dari rongrongan negara-negara asing. 

Hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari sabang sampai merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahtraan dan kebesaran bangsa Indonesia terutama di mata dunia. 

Rasanya tidak cukup jika harus menuliskan semua nama pemuda Indonesia yang hari ini mengharukan nama Indonesia di kancah internasional tokoh-tokoh pemuda yang disebutkan tadi hanyalah contoh untuk mengingat kembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat. Kita benar-benar bisa menaklukkan dunia jumlah yang besar saja tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik tugas kita semua untuk menjadikan bonus demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia. 

Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara besar lainnya di depan mata kita ada mea dan perdagangan bebas asia dan dunia saatnya pemuda Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia.

Di lain sisi, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus saat dikonfirmasi menegaskan bahwa hal terpenting adalah bukan hanya menjadikan peringatan Sumpah Pemuda ini sebagai kegiatan rutinitas tahunan saja, akan tetapi dapat memetik hikmah dari apa yang diamanahkan, hingga semangat perjuangan pemuda di era kemerdekaan itu hendaknya senantiasa tertanam dalam jiwa prajurit TNI saat ini, sehingga apa yang dilakukan oleh setiap prajurit TNI khususnya Kodim 1617/Jembrana beserta Jajarannya termasuk para PNS akan menjadi prestasi dan kontribusi bagi bangsa hingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. (JMS)