Mendoyo (Wisma Berita)
Pelaksanaan pembangunan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) yang berlokasi kawasan pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi jalan raya Denpasar-Gilimanuk, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana, Sabtu (5/11) dikunjungi Tim Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipimpin Kepala BPIW Kementrian PUPR, Rido Matari Ichwan.
Manajer Teknik PT. Nindya Karya, Arum Sari Trihadiningsih didampingi Manajer K3 PT. Nindya Karya, Eka Putra Jaya dalam paparannya kepada Tim BPIW Kementrian PUPR mengatakan bahwa progres pelaksanaan pembangunan Anjungan Cerdas (Ancer) hingga saat ini mencapai deviasi lebih yakni sebesar 8,6451% dari perencanaan awal sebesar 7,2683% dengan realiasasi menjadi sebesar 15,9224%. Lebih lanjut, Arum mepaparkan site plan pembangunan secara detail sebagai gambaran Ancer jika nantinya telah rampung 100% dalam pengerjaannya. "PT. Nindya Karya mengadopsi Design and Buil, yakni mendisign dan membangun dalam pelaksanaan pembangunan Anjungan Cerdas," jelasnya.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat asal Desa Yehembang yang menjadi lokasi pembangunan Ancer, Jro Mangku Suardana (42) menyambut baik pelaksanaan Ancer karena peruntukannya adalah demi kesejarteraan masyarakat. Pihaknya mengaku telah senantiasa mewanti-wanti agar pelaksanaan pembangunan Ancer mengoptimalisasi kearifan budaya lokal sehingga Ancer nantinya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Salah seorang Pemangku (pemimpin persembahyangan umat Hindu) di Pura Tirtha Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi ini juga memaklumkan agar Ancer senantiasa bisa bersinergi dengan Pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi karena keberadaan pura ini merupakan salah satu pura yang menjadi tempat bersembahyang bukan saja baga umat Hindu di Bali tetapi seluruh umat Hindu yang ada.
Kepala BPIW Kementrian PUPR, Rido Matari Ichwan mengapresiasi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. "Peruntukan Ancer nantinya adalah demi kesejarteraan masyarakat. Dengan hal itu, saya minta pihak manajemen PT. Nindya Karya sebagai pelaksana pembangunan agar tetap mengedapankan design-design bangunan dengan mengadopsi kearifan budaya lokal, salah satunya misalnya seperti apa yang diungkapkan Jro Mangku Suardana," jelasnya.
Terkait hal itu, pihaknya langsung meminta adanya perubahan design seperti pada papan nama Ancer dan sebagainya nantinya bisa menggunakan design khas Bali.
Diakhir kunjungannya, Kepala BPIW Kementrian PUPR, Rido Matari Ichwan juga mengingatkan adanya design tempat sampah karena dengan adanya aktifitas, Ancer nantinya juga pasti akan memiliki urusan dengan sampah. (JMS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar