Jumat, 07 Oktober 2016

Mengapa Orang Suka Meditasi


Jembrana (Wisma Berita)

Berbagai kalangan mengklaim meditasi dapat menenangkan hati dan pikiran. Demikian juga diungkapkan Jro Mangku Suardana, salah seorang Pemangku (pemimpin persembahyangan Umat Hindu) di Pura Tirtha Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi, Jumat (7/10/16).

Kebiasaan menjalani meditasi telah dilakukan Jro Mangku Suardana selama lebih tujuh tahun belakangan ini hingga dirinya juga memutuskan mengurangi konsumsi daging guna melancarkan upayanya. "Saya mendapatkan banyak sekali manfaat dari meditasi, baik secara fisik maupun mental," ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah melakukan meditasi beberapa kebiasaan buruk bisa dia tangani, seperti insomnia yang sudah lama dialami menjadi hilang sama sekali, sifat tempramen yang bahkan hingga berujung bisa melemparkan barang kini bisa dikontrol dengan cara menenangkan diri sendiri dan suasana hati yang naik turun tak jelas bisa stabil dengan lebih lama.

Namun demikian, ia mengaku bahwa perubahan tersebut tak instan didapatkan, dibutuhkan waktu relatif untuk bisa bersahabat dengan emosinya dan pria yang sudah berumur lebih dari 40 tahun tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga tahun pertama untuk mencapai hasil seperti yang dijelaskan di atas.

Ada banyak cara ataupun tehnik meditasi yang ditawarkan dan bisa membantu mengoptimalkan efek meditasi, seperti misalnya menggunakan musik meditasi dan aroma terapi, dan sebagainya.

"Meditasi adalah pelatihan pikiran, dimana saya belajar tenang menghadapi masalah dalam kondisi apapun," katanya.

Menurutnya, ada beberapa tips sederhana bagi mereka yang ingin mencoba untuk melakukan meditasi, diantaranya :

1.  Jadikan Meditasi Sebagai Aktivitas Pertama Anda Di Pagi Hari. Biasakanlah untuk melakukan meditasi setelah anda bangun tidur, sebelum anda melakukan hal-hal lain seperti menyiapkan sarapan atau membereskan kamar tidur anda. Mengawali aktivitas anda dengan meditasi bisa membuat anda merasa tenang sepanjang hari sekaligus menyingkirkan mimpi-mimpi buruk yang anda alami selama anda tidur semalaman. Secara psikologis, melakukan meditasi di pagi hari juga terbukti efektif untuk mengurangi rasa khawatir, cemas, dan takut menghadapi hari yang baru.

2.  Mulai Meditasi Dengan Fokus Pada Pernapasan. Inti utama dari meditasi adalah cara anda bernafas. Awalilah meditasi anda dengan berfokus pada cara anda bernafas. Bernafaslah dengan pelan, ambil nafas dalam-dalam, hembuskan secara perlahan, dan rasakan iramanya seiring dengan detak jantung anda. Jika pernapasan sudah bisa diatur dengan baik, maka anda sudah menapaki 50 persen tahap meditasi.

3.  Lakukan Sedikit Pemanasan Sebelum Meditasi. Hal ini bisa membuat tubuh anda merasa lebih nyaman ketika harus duduk fokus saat melakukan meditasi.  Ada beberapa pemanasan yang sangat membantu proses meditasi, di antaranya adalah "stretching". Proses ini bisa dilakukan sambil berbaring atau duduk, dan ingat untuk tidak melakukannya secara berlebihan karena bisa membuat anda justru kelelahan sebelum bermeditasi.

4.  Meditasi Adalah MEMFOKUSKAN Pikiran, Bukan Mengosongkan Pikiran. Konsep ini terutama harus dipahami bagi anda yang baru akan melakukan meditasi. Meditasi adalah sebuah proses aktif yang akan bermanfaat apabila anda fokus pada tujuan.  Lakukanlah meditasi sebagai aktivitas dengan tujuan tertentu, misal untuk menenangkan pikiran, relaksasi, atau menghilangkan stress.  Jangan mengosongkan pikiran pada saat meditasi. Anda justru harus fokus pada satu hal, misal irama nafas anda, detak jantung anda, atau mungkin figur Sang Pencipta.

5. Disiplin. Cobalah untuk melakukan meditasi secara rutin agar manfaatnya lebih terasa. Jangan mudah untuk mencari-cari alasan untuk melewatkan meditasi harian anda. Dengan melakukan meditasi secara disiplin, anda tidak hanya akan merasakan manfaat secara psikologis, namun juga secara fisik.

6.  Eksperimen. Cobalah untuk melakukan berbagai eksperimen dalam teknik meditasi anda. Cobalah untuk bermeditasi dari teknik yang paling konvensional seperti bersila, hingga tehnik-teknik yang lebih spesifik seperti dalam Meditasi Yoga, Meditasi Cakra, atau Meditasi Lotus. Selama eksperimen, anda akan menemukan teknik meditasi yang mungkin paling nyaman bagi anda dan bisa digunakan untuk jangka panjang.

7.  Sediakan Tempat Khusus Untuk Meditasi. Tak perlu satu ruangan besar, mungkin hanya di salah satu pojok kamar anda, atau di sudut tertentu teras rumah atau bahkan lebih baik jika bisa dilakukan pa?a alam terbuka. Dengan melakukan hal ini, anda tentunya akan bisa lebih fokus dalam melakukan meditasi dan akan merasa melakukan kegiatan yang lebih spesial. Pastikan pula kebersihan tempat meditasi anda dari berbagai kotoran dan debu.

8.  Nyalakan Lilin Atau Dupa. Teknik ini berguna sekali untuk meningkatkan fokus anda. Terutama bagi pemula, berfokus pada satu titik dengan mata terpejam akan sedikit susah. Untuk mengakalinya, anda bisa menyalakan sebatang Lilin atau Dupa dan menjadikannya sebagai titik fokus pandangan mata anda selama bermeditasi. Akan lebih baik jika anda membeli Lilin atau Dupa yang menebarkan aroma terapi jika dinyalakan.

9.  Manfaatkan Musik Meditasi. Anda bisa memanfaatkan musik-musik meditasi yang bisa membantu anda lebih merasa nyaman dalam meditasi. Ada yang berupa instrumental, nyanyian, ada pula musik suara alam yang membuat anda seolah-olah sedang bermeditasi di tengah hutan. Pilih satu musik yang bisa membuat anda benar-benar bisa merasa rileks saat melakukan meditasi.

"Nikmati Proses Meditasi Anda. Jangan merasa stress atau terbebani. Jangan terburu-buru pula untuk menilai hasil meditasi anda. Ingat, meditasi adalah sebuah proses jangka panjang yang manfaatnya akan terasa secara signifikan apabila anda melakukannya secara teratur. Pastikan untuk menjadikan meditasi sebagai aktivitas yang menyenangkan di tengah kesibukan harian anda," jelas Jro Mangku Suardana - Semoga Bermanfaat. (JMS)

Semarak, TMMD Saat Gelar Panggung Hiburan


Pekutatan (Wisma Berita)

Dalam rangka menyukseskan dan memeriahkan TMMD ke 97 tahun 2016 serta mempererat hubungan silahturahmi antara TNI dan masyarakat, Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana selaku penyelenggara TMMD ke-97 tahun 2016 di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Kamis (6/10/2016) malam juga menggelar panggung hiburan yang disentralkan di lapangan umum Desa Gumbrih.

Dari hasil pantauan, tampak lebih dari seribu orang warga membanjiri lokasi guna menyaksikan pagelaran panggung hiburan yang menampilkan beberapa kesenian khas Bali diantaranya tari Bondres, yakni tarian Kolaborasi Lawak dan tari Joged Bungbung ialah semacam tarian Joged Saweran.


Panggung hiburan yang dihadiri langsung oleh Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Komandan Satgas TMMD, Kasdim 1617/Jembrana Mayor Inf Nanang Sulistiyo, Danramil 1617-04/Pekutatan Kapten Inf Supena selaku Komandan SSK TMMD, Kapolsek Pekutatan Kompol I Ketut Sugiarta, Camat Pekutatan I Ketut Eko Susila, Pasi Intel Koim 1617/Jembrana Kapten I Nyoman Gede Andika, Pasi Ter Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf Yudana dan Pasi Log Kodim 1617/Jembrana Kapten Chb Karianto serta Kepala Desa Gumbrih I Ketut Nurjana itu mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat sekitar. "Saya sangat menikmati acara panggung hiburan ini, acaranya bagus dan meriah sekali," terang I Ketut Widiana (45) salah seorang warga Desa Gumbrih yang menonton.

Hal senada disampaikan warga lainnya, "kami merasa terhibur sekali atas diselenggarakannya acara ini, sehingga sedikitpun tidak melewatkan acara demi acara yang dipentaskan", jelas I Wayan Metra (49) mewakili semua keluarganya yang juga ikut menonton.

Malam yang semakin larut kian membuat semarak para penonton saat panggung hiburan menampilkan goyangan para artis kota Jembrana dalam pagelaran orkes musik disusul patah-patah Joged Komando dari sekelompok prajurit TNI di antara para penonton.


Dalam sambutannya, Dandim 1617/Jembrana selaku Komandan Satgas TMMD tersebut menyatakan apresiasi yang sedalam-dalamnya saat membuka acara tersebut. "Kami ucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Desa Gumbrih serta masyarakat Desa Pengeragoan dan sekitarnya, selama ini kita bisa melaksanakan gotong royong serta menjalin kerjasama yang baik dalam mewujudkan pelaksanaan TMMD ini baik pada sasaran yang bersifat fisik diantaranya pembangunan jembatan, bedah rumah dan jambanisasi maupun pada kegiatan non fisik yang diisi berbagai penyuluhan dengan melibatkan pihak-pihak instansi terkait, seperti penyuluhan Kamtibmas oleh anggota Polres Jembrana, penyuluhan Bela Negara, penyuluhan Pertanian, Peternakan maupun Kependudukan oleh Pemkab Jembrana hingga Siskamling, serta olah raga bersama," jelas Dandim.

Menurutnya, acara panggung hiburan itu sengaja digelar sebagai wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat serta memberikan hiburan kepada segenap masyarakat termasuk para peserta TMMD ke 97 di Kabupaten Jembrana tersebut. "Tujuan kegiatan ini digelar guna semakin mempererat keakraban antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat sehingga kian terjalin hubungan silaturahmi dan persaudaraan serta tumbuhnya rasa persatuan yang semakin kuat demi mewujudkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat," imbuh Dandim.

Sementara itu, Kepala Desa Gumbrih, I Ketut Nurjana juga berharap hubungan antara warganya dengan TNI pada umumnya senantiasa dapat terpelihara dengan baik dan akan terus berlanjut. "Kami merasa terharu dan satu kehormatan kami memperoleh program TMMD ini sehingga kami dapat menikmati pembangunan jalan, jembatan dan banyak lagi sasaran tambahan lainnya serta berbagai penyuluhan, olah raga bahkan sampai panggung hiburan," jelasnya seraya menutup acara saat menjelang tengah malam. (JMS)

Rabu, 05 Oktober 2016

TNI Juga Gelar Olah Raga Bersama Masyarakat Dalam TMMD


Pekutatan (Wisma Berita)

Di sela-sela aktifitas TMMD ke-97 yang digelar di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana oleh Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana, dimana selain melaksanakan kegiatan bersifat fisik diantaranya pembangunan jembatan, bedah rumah dan jambanisasi serta kegiatan non fisik yang diisi berbagai penyuluhan dengan melibatkan pihak-pihak instansi terkait, seperti penyuluhan Kamtibmas oleh anggota Polres Jembrana, penyuluhan Bela Negara, penyuluhan Pertanian, Peternakan maupun Kependudukan oleh Pemkab Jembrana hingga Siskamling, para prajurit juga menggelar olah raga bersama dengan masyarakat setempat.

Kegiatan olah raga bersama masyarakat yang digelar kali ini, Rabu (4/10/16) adalah olah raga jenis Bola Voly yang dimainkan para prajurit gabungan TNI dan Polri yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD dengan Tim Bola Voly masyarakat setempat yang dinamai Team Osiwa.

"Kita sengaja menggabungkan para pemainnya agar semakin terjalin kerjasama yang baik antara TNI, Polri dan masyarakat”, jelas Danramil 1617-04/Pekutatan (Kapten Inf Supena) selaku Komandan SSK TMMD Kodim 1617/Jembrana.

Sedangkan Kepala Desa Gumbrih, I Ketut Nurjana didampingi Bendesa Adat Gumbrih, I Made Sugatra yang juga turut hadir menyaksikan pertandingan tersebut mengaku sangat senang melihat warganya yang dulunya ada jarak, namun sekarang sejak adanya TMMD ini menjadi semakin tumbuh keakraban dengan TNI juga Polri.

Sementara di lain sisi, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Komandan Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan kegiatan tersebut. "Kebetulan moment ini adalah bertepatan dengan rangkaian HUT TNI ke 71 dan hal ini dilakukan, tidak lain adalah dalam rangka meningkatkan kekompakkan bersama masyarakat demi terwujudnya ikatan emosional yang baik hingga tercapai kemanunggalan TNI bersama masyarakat," terang Dandim. (JMS)

Minggu, 02 Oktober 2016

Petik Laut, Lomba Balap Perahu Layar Diwarnai Protes


Jembrana (Wisma Berita)

Lomba balap perahu saat kegiatan peringatan petik laut di pantai Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Minggu (2/10/2016) sore diserbu sejumlah peserta lomba perahu layar dan puluhan sporter guna menyampaikan protes kepada panitia lomba.

Protes dilakukan atas keputusan panitia lomba terkait penentuan juara ke tiga hingga juara ke enam yang dianggap tidak adil oleh peserta lomba yang sebagian besar berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Panitia dinilai terlalu berpihak pada peserta lomba dari Gilimanuk atau tuan rumah dan dinilai sangat merugikan peserta dari luar Bali.

"Ini keputusan tidak adil, ini sangat merugikan kami. Pokoknya kami tidak terima dengan keputusan ini,” ujar salah satu peserta lomba asal Banyuwangi.

Dia memprotes seharusnya perahunya yang keluar sebagai juara tiga. Tapi oleh panitia justru yang menjadi pemenang perahu layar yang lain. Padahal dirinya yang masuk garis finis terlebih dahulu.


Bahkan saking kerasnya protes di bawah terik matahari, seorang peserta lomba yang masih di bawah umur asal Banyuwangi, Gunarso (11) sampai pingsan dan harus di larikan ke Puksesmas Gilimanuk dengan menggunakan ambulance.

Situasi tersebut tentu saja membuat panitia binggung. Bahkan Babinkamtibmas Gilimanuk turun tangan menenangkan peserta yang protes. Namun tetap saja tidak bisa menenangkan peserta dan pendukung yang protes.

Untuk menengkan peserta dan sporter yang protes akhirnya panitia memutuskan memberikan juara kembar, yakni dua peserta lomba dinobatkan sebagai juara enam. Akhirnya keputusan ini diterima oleh peserta yang protes.

"Sebenarnya yang mereka protes itu pentuan juara tiga hingga juara ke enam. Sedangkan juara satu dan dua tidak masalah,” terang Pembina Panitia Nyoman Renteb, Minggu (2/10/2016) sore.

Menurut Renteb yang juga anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDIP asal Melaya ini, protes dari peserta terhadap panitia dalam setiap lomba adalah hal yang lumrah. Apalagi lomba perahu layar dalam rangka upacara Petik Laut ini baru pertama kali diadakan.

Menurutnya, lomba ini akan terus dilaksanakan tiap tahunnya di saat dilangsungkannya upacara Petik Laut dan dia berharap kedepannya penyelenggaraan lebih baik lagi.

"Untuk kali ini pesertanya puluhan dari lokal Jembrana dan Jawa dalam hal ini Jawa Timur,” tutup Renteb yang ngacir duluan sebelum acara kelar dilaksanakan dengan alasan mengantar istrinya ke dokter karena sakit kolik.(JMS)

Takut Ditilang, Pengendara Motor Serempet Petugas Saat Razia


Jembrana (Wisma Berita)

Seluruh kendaraan baik mobil maupun roda dua yang melintas dialihkan menuju depan Kantor Bupati Jembrana saat operasi cipta kondisi (cipkon) dilaksanakan Jajaran Polres Jembrana bersama Subdenpom Jembrana Sabtu (1/9) malam di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk ruas Jalan Jendral Sudirman.

Dari operasi tersebut diketahui seorang pengendara Honda Vario warna hitam nomor polisi DK 2686 ZA nekat ngebut menerobos puluhan barigade polisi dan POM yang berusaha mencegatnya hingga akhirnya terjatuh dan tersungkur setelah motornya oleng karena menyerempet dan menabrak beberapa petugas termasuk salah seorang Polwan.
Kemudian polisi mengamankan lelaki yang bernama Putu Dharma Antara (32) asal Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana beserta motornya yang telah terprosok.

Karyawan koperasi ini mengaku nekat ngebut menerobos karena takut ditilang lantaran ia tidak memiliki SIM. Kemudian warga Jembrana itu diperiksa karena dicurigai membawa barang berbahaya. Namun dari pemeriksaan tidak ditemukan senjata dan barang berbahaya lainnya dan akhirnya hanya ditilang.

Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Ketut Sukarta didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gusti Made Sudharma Putra dikonfirmasi Minggu (2/9) mengatakan operasi cipta konidisi dengan menggelar razia gabungan dijalan protokol ini selain untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat dijalan juga mencegah masuknya benda berbahaya seperti senjata api, senjata tajam, bahan peledak, narkoba, hewan selundupan dan barang terlarang lainnya termasuk juga teroris.

Menurutnya pihaknya selain menilang puluhan pengendara tanpa kelengkapan berkendara yang lengkap, juga berhasil mengamankan satu bilah samurai yang dibawa oleh Kristofel Ngandi (23) asal Jalan Angsana nomor 4B 468 Pondok Rejeki RT/RW 007/006, Desa Kota Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang. Pengemudi mobil Mitsubhisi elf warna oranye nomor polisi AA 1003 XB yang didapati menyembunyikan senjata tajam dibelakang jok mobilnya itu telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polres Jembrana beserta barang buktinya. (JMS)

Jumat, 30 September 2016

Mengenang Jasa Pahlawan Revolusi, Kodim Gelar Persembahyangan Bersama


Jembrana (Wisma Berita)

Guna mengenang jasa para pahlawan Revolusi yang gugur dalam tragedi G-30-S/PKI, anggota Kodim 1617/Jembrana Jumat (30/9/16) malam menggelar persembahyangan bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing anggota.

Adapun persembahyangan yang dilakukan, dimana bagi anggota yang beragama Hindu dilaksanakan di Pura Jagadhita Kodim 1617/Jembrana dipimpin oleh Jro Mangku Serma Ida Bagus Pariada. Sementara untuk anggota yang beragama Islam, persembahyangan dilaksanakan di Masjid Kodim 1617/Jembrana dipimpin H. Ismail asal Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, selaku Imam didampingi Kasdim 1617/Jembrana, Mayor Inf Nanang Sulistiyo. Sedangkan anggota beragama Kristen, persembayangan digelar di Gereja Katolik Paroki ST. Petrus-Negara yang berlokasi di Jln. Wibisana, No. 5, Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, dipimpim oleh RD. Martinus Emanuel Ano, Pr didampingi Serma Arisron.


Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus saat dikonfirmasi membernarkan kegiatan tersebut. Menurutnya, persembahyangan yang dilakukan anggota sesuai agama dan kepercayaan mereka masing-masing itu merupakan renungan suci di malam hari untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi membela bangsa dan negara.

"Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa memahami peristiwa G-30-S/PKI sebagai fakta sejarah, meski menjadi sejarah yang kelam, namun hal ini tak bisa terbantahkan," jelasnya.


Dandim juga ingin mengajak masyarakat senantiasa meneguhkan empat pilar kebangsaan demi terwujudnya konsensus nasional. "Keempat pilar itu hendaknya dapat dijaga, kita pelihara dan dipertahankan dalam berbangsa dan bernegara, karena dengan terwujudnya semua itu, pastinya NKRI akan tetap berjaya," imbuh Dandim 1617/Jembrana. (JMS)

Masyarakat Harapkan Pembangunan ACJN Optimalkan Kearifan Lokal


Mendoyo (Wisma Berita)

Sejumlah tokoh dan masyarakat mengharapkan pembangunan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) yang dibangun di atas lahan seluas 6 hektar yang dibebaskan Kementerian PU PR menggunakan dana dari APBN Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018, berjalan sesuai apa yang dicanangkan.

"Di area pembangunan ACJN, kami memaklumkan keberadaan Pura Dangkahyangan Rambutsiwi yang merupakan tempat persembahyangan bukan saja umat Hindu di Bali melainkan seluruh umat Hindu yang ada. Sedari itu, kami mengharapkan senantiasa adanya sinergisitas antara ACJN dengan keberadaan Pura," ujar Ketua Pangempon Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, I Gusti Made Sedana, Jumat (30/9/2016).

Terkait hal itu, pihak Pangempon mengaku juga telah menunjuk salah satu Pemangku yakni Pemangku Pura Tirtha Dangkahyangan Rambutsiwi, Jro Mangku Suardana agar selain Ngayah di Pura juga ikut membantu menjadi Tim Sepiritualis (Pengaci), guna mendukung hal-hal sepiritual demi kelancaran dan keamanan sisi Niskala (Alam Maya) terhadap pelaksanaan pembangunan ACJN dimaksud, mengingat lokasi pembangunan ACJN ini selain berada di wilayah Pura Dangkahyangan Rambutsiwi juga dikenal warga menjadi wilayah yang cukup angker.

Sementara itu, Perbekel Yehembang Kangin, I Gede Suardika mengatakan, meskipun pembangunan ACJN ini adalah proyek bersifat nasional resmi dari pemerintah yang dapat saja melibatkan tenaga pekerja dari seluruh Indonesia, namun pihaknya tetap mengharapkan agar memprioritaskan warga Yehembang sabagai tenaga pekerja sebab area proyek tersebut berada di wilayahnya. "Kami mengharapkan kepada pihak proyek hendaknya dapat memprioritaskan warga kami sebagai tenaga pekerja terkait pelaksanaan pembangunan ACJN ini, selebihnya pada bidang apa saja yang tidak bisa dikerjakan baru mencari tenaga dari luar daerah, ini dilakukan adalah sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber daya lokal," harapnya.

Di sisi lain, Pemangku Pura Tirtha Dangkahyangan Rambutsiwi, Jro Mangku Suardana yang dimanatkan Pangempon sebagai Tim Sepiritual (Pengaci) pada pembangunan ACJN juga mengaku telah menyarankan kepada pihak proyek agar dapatnya mengoptimalisasi kearifan budaya lokal dalam pelaksanaan pembangunan ACJN. "Sebagai warga, kami tidak ingin apa yang dicanangkan kedepannya bernasib sama seperti pembangunan Rest Area dulu harus mangkrak sia-sia, sehingga pembangunan ACJN ini hendaknya dapat mengacu pada kearifan-kearifan lokal, seperti misalnya arsitektur bangunan setidaknya tidak bertentangan dengan motif-motif kearifan budaya lokal, sehingga berikutnya tetap bisa menjadi daya tarik kedatangan bagi wisatawan," jelasnya.

Hal senada disampikan warga lainnya, I Komang Siswantara (36) salah seorang warga Yehembang menyampaikan, terkait keberadaan ACJN ini nantinya diperlukan pengelolaan yang lebih profesional namun tetap mengedepankan suberdaya lokal yang ada baik alam maupun manusianya agar tidak mangkrak lagi dan yang paling penting keberadaannya dapat memberikan manfaat demi kesejarteraan masyarakat," harapnya.


Dari informasi yang dihimpun, pembangunaan ACJN ini berada di wilayah Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tepatnya di sebelah Barat Laut kawasan Pura Dang Kahyangan Luhur Rambut Siwi.

Pembangunan proyek ini berada di atas lahan seluas 6 hektar yang dibebaskan Kementerian PU PR menggunakan dana dari APBN Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018. Adapun lahan yang dibebaskan untuk pembangunan ACJN oleh Kemen PU PR adalah seluas 3,4 hektar sementara selebihnya dari Rest Area yang sebelumnya sempat mangkrak hingga ke Utara yang merupakan lahan milik Provinsi Bali yang diserahkan ke Pemerintah Pusat dengan total seluas 6 hektar.Pembangunan ACJN merupakan pengembangan Rest Area yang nantinya akan dibangun dengan beragam fasilitas dilengkapi Restoran, Toilet, Galery Seni, Kios UKM serta jika memungkinkan juga akan dilengkapi sarana SPBU, hingga diharapkan nantinya masyarakat bisa mengetahui berbagai infrastruktur yang tengah digelar Kementerian tersebut dan pembangunannya yang digarap oleh PT. Nindya Karya (BUMN) dengan Konsultan Pengawas dari PT. Virama Karya (BUMN) serta pemanfaatannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Proyek Manager PT. Nindya Karya, Syahriwal saat dikonfirmasi mengaku akan merespons positif apa yang menjadi amanat dari masyarakat dan menjelaskan bahwa pembangunan ACJN tersebut rencananya menelan anggaran sebesar 103 M yang bersumber dari APBN dengan tanda tangan kontrak mulai tanggal 29 Juli 2016, Nomor : HK.02.03/BPIW-PPK.P3/VII/2016/018, menggunakan Design and Build yaitu mendesign sambil membangun dengan sistem Multiyears namun pengerjaan struktur di tahap I baru dianggarkan senilai 67 miliyar dijadwalkan baru akan mulai awal Nopember 2016 dan rampung tahun tanggal 20 Mei 2018, sedangkan Pemkab Jembrana membantu memfasilitasi masyarakat sekitar. Adapun terkait pembebasan lahan sudah dilakukan senilai Rp 3-4 Milyar dan kini dalam tahap perataan lahan. Berikut terkait pengamanan, karena pembangunan ACJN ini adalah merupakan proyek resmi, sehingga keamanan yang ada direkomendasikan melibatkan Satuan Pengamanan (Satpam) dibantu apkam wilayah diantaranya TNI dan Polri yakni Babinkamtimbas dan Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan bersinergi dengan Keamanan Adat yaitu Pecalang wilayah setempat serta Pemangku Pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi sebagai pengemban Sepiritual.

Sedangkan Pelaksana Lapangan PT. Nindya Karya, I Made Sujana mengatakan pembangunan ACJN hingga saat ini masih dilakukan tahap pembersihan lahan dan tahap pembangunan baru dimulai menginjak bulan Nopember 2016. (JMS)