Rabu, 05 Oktober 2016

TNI Juga Gelar Olah Raga Bersama Masyarakat Dalam TMMD


Pekutatan (Wisma Berita)

Di sela-sela aktifitas TMMD ke-97 yang digelar di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana oleh Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana, dimana selain melaksanakan kegiatan bersifat fisik diantaranya pembangunan jembatan, bedah rumah dan jambanisasi serta kegiatan non fisik yang diisi berbagai penyuluhan dengan melibatkan pihak-pihak instansi terkait, seperti penyuluhan Kamtibmas oleh anggota Polres Jembrana, penyuluhan Bela Negara, penyuluhan Pertanian, Peternakan maupun Kependudukan oleh Pemkab Jembrana hingga Siskamling, para prajurit juga menggelar olah raga bersama dengan masyarakat setempat.

Kegiatan olah raga bersama masyarakat yang digelar kali ini, Rabu (4/10/16) adalah olah raga jenis Bola Voly yang dimainkan para prajurit gabungan TNI dan Polri yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD dengan Tim Bola Voly masyarakat setempat yang dinamai Team Osiwa.

"Kita sengaja menggabungkan para pemainnya agar semakin terjalin kerjasama yang baik antara TNI, Polri dan masyarakat”, jelas Danramil 1617-04/Pekutatan (Kapten Inf Supena) selaku Komandan SSK TMMD Kodim 1617/Jembrana.

Sedangkan Kepala Desa Gumbrih, I Ketut Nurjana didampingi Bendesa Adat Gumbrih, I Made Sugatra yang juga turut hadir menyaksikan pertandingan tersebut mengaku sangat senang melihat warganya yang dulunya ada jarak, namun sekarang sejak adanya TMMD ini menjadi semakin tumbuh keakraban dengan TNI juga Polri.

Sementara di lain sisi, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Komandan Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan kegiatan tersebut. "Kebetulan moment ini adalah bertepatan dengan rangkaian HUT TNI ke 71 dan hal ini dilakukan, tidak lain adalah dalam rangka meningkatkan kekompakkan bersama masyarakat demi terwujudnya ikatan emosional yang baik hingga tercapai kemanunggalan TNI bersama masyarakat," terang Dandim. (JMS)

Minggu, 02 Oktober 2016

Petik Laut, Lomba Balap Perahu Layar Diwarnai Protes


Jembrana (Wisma Berita)

Lomba balap perahu saat kegiatan peringatan petik laut di pantai Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Minggu (2/10/2016) sore diserbu sejumlah peserta lomba perahu layar dan puluhan sporter guna menyampaikan protes kepada panitia lomba.

Protes dilakukan atas keputusan panitia lomba terkait penentuan juara ke tiga hingga juara ke enam yang dianggap tidak adil oleh peserta lomba yang sebagian besar berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Panitia dinilai terlalu berpihak pada peserta lomba dari Gilimanuk atau tuan rumah dan dinilai sangat merugikan peserta dari luar Bali.

"Ini keputusan tidak adil, ini sangat merugikan kami. Pokoknya kami tidak terima dengan keputusan ini,” ujar salah satu peserta lomba asal Banyuwangi.

Dia memprotes seharusnya perahunya yang keluar sebagai juara tiga. Tapi oleh panitia justru yang menjadi pemenang perahu layar yang lain. Padahal dirinya yang masuk garis finis terlebih dahulu.


Bahkan saking kerasnya protes di bawah terik matahari, seorang peserta lomba yang masih di bawah umur asal Banyuwangi, Gunarso (11) sampai pingsan dan harus di larikan ke Puksesmas Gilimanuk dengan menggunakan ambulance.

Situasi tersebut tentu saja membuat panitia binggung. Bahkan Babinkamtibmas Gilimanuk turun tangan menenangkan peserta yang protes. Namun tetap saja tidak bisa menenangkan peserta dan pendukung yang protes.

Untuk menengkan peserta dan sporter yang protes akhirnya panitia memutuskan memberikan juara kembar, yakni dua peserta lomba dinobatkan sebagai juara enam. Akhirnya keputusan ini diterima oleh peserta yang protes.

"Sebenarnya yang mereka protes itu pentuan juara tiga hingga juara ke enam. Sedangkan juara satu dan dua tidak masalah,” terang Pembina Panitia Nyoman Renteb, Minggu (2/10/2016) sore.

Menurut Renteb yang juga anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDIP asal Melaya ini, protes dari peserta terhadap panitia dalam setiap lomba adalah hal yang lumrah. Apalagi lomba perahu layar dalam rangka upacara Petik Laut ini baru pertama kali diadakan.

Menurutnya, lomba ini akan terus dilaksanakan tiap tahunnya di saat dilangsungkannya upacara Petik Laut dan dia berharap kedepannya penyelenggaraan lebih baik lagi.

"Untuk kali ini pesertanya puluhan dari lokal Jembrana dan Jawa dalam hal ini Jawa Timur,” tutup Renteb yang ngacir duluan sebelum acara kelar dilaksanakan dengan alasan mengantar istrinya ke dokter karena sakit kolik.(JMS)

Takut Ditilang, Pengendara Motor Serempet Petugas Saat Razia


Jembrana (Wisma Berita)

Seluruh kendaraan baik mobil maupun roda dua yang melintas dialihkan menuju depan Kantor Bupati Jembrana saat operasi cipta kondisi (cipkon) dilaksanakan Jajaran Polres Jembrana bersama Subdenpom Jembrana Sabtu (1/9) malam di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk ruas Jalan Jendral Sudirman.

Dari operasi tersebut diketahui seorang pengendara Honda Vario warna hitam nomor polisi DK 2686 ZA nekat ngebut menerobos puluhan barigade polisi dan POM yang berusaha mencegatnya hingga akhirnya terjatuh dan tersungkur setelah motornya oleng karena menyerempet dan menabrak beberapa petugas termasuk salah seorang Polwan.
Kemudian polisi mengamankan lelaki yang bernama Putu Dharma Antara (32) asal Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana beserta motornya yang telah terprosok.

Karyawan koperasi ini mengaku nekat ngebut menerobos karena takut ditilang lantaran ia tidak memiliki SIM. Kemudian warga Jembrana itu diperiksa karena dicurigai membawa barang berbahaya. Namun dari pemeriksaan tidak ditemukan senjata dan barang berbahaya lainnya dan akhirnya hanya ditilang.

Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Ketut Sukarta didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gusti Made Sudharma Putra dikonfirmasi Minggu (2/9) mengatakan operasi cipta konidisi dengan menggelar razia gabungan dijalan protokol ini selain untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat dijalan juga mencegah masuknya benda berbahaya seperti senjata api, senjata tajam, bahan peledak, narkoba, hewan selundupan dan barang terlarang lainnya termasuk juga teroris.

Menurutnya pihaknya selain menilang puluhan pengendara tanpa kelengkapan berkendara yang lengkap, juga berhasil mengamankan satu bilah samurai yang dibawa oleh Kristofel Ngandi (23) asal Jalan Angsana nomor 4B 468 Pondok Rejeki RT/RW 007/006, Desa Kota Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang. Pengemudi mobil Mitsubhisi elf warna oranye nomor polisi AA 1003 XB yang didapati menyembunyikan senjata tajam dibelakang jok mobilnya itu telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polres Jembrana beserta barang buktinya. (JMS)

Jumat, 30 September 2016

Mengenang Jasa Pahlawan Revolusi, Kodim Gelar Persembahyangan Bersama


Jembrana (Wisma Berita)

Guna mengenang jasa para pahlawan Revolusi yang gugur dalam tragedi G-30-S/PKI, anggota Kodim 1617/Jembrana Jumat (30/9/16) malam menggelar persembahyangan bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing anggota.

Adapun persembahyangan yang dilakukan, dimana bagi anggota yang beragama Hindu dilaksanakan di Pura Jagadhita Kodim 1617/Jembrana dipimpin oleh Jro Mangku Serma Ida Bagus Pariada. Sementara untuk anggota yang beragama Islam, persembahyangan dilaksanakan di Masjid Kodim 1617/Jembrana dipimpin H. Ismail asal Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, selaku Imam didampingi Kasdim 1617/Jembrana, Mayor Inf Nanang Sulistiyo. Sedangkan anggota beragama Kristen, persembayangan digelar di Gereja Katolik Paroki ST. Petrus-Negara yang berlokasi di Jln. Wibisana, No. 5, Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, dipimpim oleh RD. Martinus Emanuel Ano, Pr didampingi Serma Arisron.


Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus saat dikonfirmasi membernarkan kegiatan tersebut. Menurutnya, persembahyangan yang dilakukan anggota sesuai agama dan kepercayaan mereka masing-masing itu merupakan renungan suci di malam hari untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi membela bangsa dan negara.

"Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa memahami peristiwa G-30-S/PKI sebagai fakta sejarah, meski menjadi sejarah yang kelam, namun hal ini tak bisa terbantahkan," jelasnya.


Dandim juga ingin mengajak masyarakat senantiasa meneguhkan empat pilar kebangsaan demi terwujudnya konsensus nasional. "Keempat pilar itu hendaknya dapat dijaga, kita pelihara dan dipertahankan dalam berbangsa dan bernegara, karena dengan terwujudnya semua itu, pastinya NKRI akan tetap berjaya," imbuh Dandim 1617/Jembrana. (JMS)

Masyarakat Harapkan Pembangunan ACJN Optimalkan Kearifan Lokal


Mendoyo (Wisma Berita)

Sejumlah tokoh dan masyarakat mengharapkan pembangunan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) yang dibangun di atas lahan seluas 6 hektar yang dibebaskan Kementerian PU PR menggunakan dana dari APBN Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018, berjalan sesuai apa yang dicanangkan.

"Di area pembangunan ACJN, kami memaklumkan keberadaan Pura Dangkahyangan Rambutsiwi yang merupakan tempat persembahyangan bukan saja umat Hindu di Bali melainkan seluruh umat Hindu yang ada. Sedari itu, kami mengharapkan senantiasa adanya sinergisitas antara ACJN dengan keberadaan Pura," ujar Ketua Pangempon Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, I Gusti Made Sedana, Jumat (30/9/2016).

Terkait hal itu, pihak Pangempon mengaku juga telah menunjuk salah satu Pemangku yakni Pemangku Pura Tirtha Dangkahyangan Rambutsiwi, Jro Mangku Suardana agar selain Ngayah di Pura juga ikut membantu menjadi Tim Sepiritualis (Pengaci), guna mendukung hal-hal sepiritual demi kelancaran dan keamanan sisi Niskala (Alam Maya) terhadap pelaksanaan pembangunan ACJN dimaksud, mengingat lokasi pembangunan ACJN ini selain berada di wilayah Pura Dangkahyangan Rambutsiwi juga dikenal warga menjadi wilayah yang cukup angker.

Sementara itu, Perbekel Yehembang Kangin, I Gede Suardika mengatakan, meskipun pembangunan ACJN ini adalah proyek bersifat nasional resmi dari pemerintah yang dapat saja melibatkan tenaga pekerja dari seluruh Indonesia, namun pihaknya tetap mengharapkan agar memprioritaskan warga Yehembang sabagai tenaga pekerja sebab area proyek tersebut berada di wilayahnya. "Kami mengharapkan kepada pihak proyek hendaknya dapat memprioritaskan warga kami sebagai tenaga pekerja terkait pelaksanaan pembangunan ACJN ini, selebihnya pada bidang apa saja yang tidak bisa dikerjakan baru mencari tenaga dari luar daerah, ini dilakukan adalah sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber daya lokal," harapnya.

Di sisi lain, Pemangku Pura Tirtha Dangkahyangan Rambutsiwi, Jro Mangku Suardana yang dimanatkan Pangempon sebagai Tim Sepiritual (Pengaci) pada pembangunan ACJN juga mengaku telah menyarankan kepada pihak proyek agar dapatnya mengoptimalisasi kearifan budaya lokal dalam pelaksanaan pembangunan ACJN. "Sebagai warga, kami tidak ingin apa yang dicanangkan kedepannya bernasib sama seperti pembangunan Rest Area dulu harus mangkrak sia-sia, sehingga pembangunan ACJN ini hendaknya dapat mengacu pada kearifan-kearifan lokal, seperti misalnya arsitektur bangunan setidaknya tidak bertentangan dengan motif-motif kearifan budaya lokal, sehingga berikutnya tetap bisa menjadi daya tarik kedatangan bagi wisatawan," jelasnya.

Hal senada disampikan warga lainnya, I Komang Siswantara (36) salah seorang warga Yehembang menyampaikan, terkait keberadaan ACJN ini nantinya diperlukan pengelolaan yang lebih profesional namun tetap mengedepankan suberdaya lokal yang ada baik alam maupun manusianya agar tidak mangkrak lagi dan yang paling penting keberadaannya dapat memberikan manfaat demi kesejarteraan masyarakat," harapnya.


Dari informasi yang dihimpun, pembangunaan ACJN ini berada di wilayah Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tepatnya di sebelah Barat Laut kawasan Pura Dang Kahyangan Luhur Rambut Siwi.

Pembangunan proyek ini berada di atas lahan seluas 6 hektar yang dibebaskan Kementerian PU PR menggunakan dana dari APBN Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018. Adapun lahan yang dibebaskan untuk pembangunan ACJN oleh Kemen PU PR adalah seluas 3,4 hektar sementara selebihnya dari Rest Area yang sebelumnya sempat mangkrak hingga ke Utara yang merupakan lahan milik Provinsi Bali yang diserahkan ke Pemerintah Pusat dengan total seluas 6 hektar.Pembangunan ACJN merupakan pengembangan Rest Area yang nantinya akan dibangun dengan beragam fasilitas dilengkapi Restoran, Toilet, Galery Seni, Kios UKM serta jika memungkinkan juga akan dilengkapi sarana SPBU, hingga diharapkan nantinya masyarakat bisa mengetahui berbagai infrastruktur yang tengah digelar Kementerian tersebut dan pembangunannya yang digarap oleh PT. Nindya Karya (BUMN) dengan Konsultan Pengawas dari PT. Virama Karya (BUMN) serta pemanfaatannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Proyek Manager PT. Nindya Karya, Syahriwal saat dikonfirmasi mengaku akan merespons positif apa yang menjadi amanat dari masyarakat dan menjelaskan bahwa pembangunan ACJN tersebut rencananya menelan anggaran sebesar 103 M yang bersumber dari APBN dengan tanda tangan kontrak mulai tanggal 29 Juli 2016, Nomor : HK.02.03/BPIW-PPK.P3/VII/2016/018, menggunakan Design and Build yaitu mendesign sambil membangun dengan sistem Multiyears namun pengerjaan struktur di tahap I baru dianggarkan senilai 67 miliyar dijadwalkan baru akan mulai awal Nopember 2016 dan rampung tahun tanggal 20 Mei 2018, sedangkan Pemkab Jembrana membantu memfasilitasi masyarakat sekitar. Adapun terkait pembebasan lahan sudah dilakukan senilai Rp 3-4 Milyar dan kini dalam tahap perataan lahan. Berikut terkait pengamanan, karena pembangunan ACJN ini adalah merupakan proyek resmi, sehingga keamanan yang ada direkomendasikan melibatkan Satuan Pengamanan (Satpam) dibantu apkam wilayah diantaranya TNI dan Polri yakni Babinkamtimbas dan Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan bersinergi dengan Keamanan Adat yaitu Pecalang wilayah setempat serta Pemangku Pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi sebagai pengemban Sepiritual.

Sedangkan Pelaksana Lapangan PT. Nindya Karya, I Made Sujana mengatakan pembangunan ACJN hingga saat ini masih dilakukan tahap pembersihan lahan dan tahap pembangunan baru dimulai menginjak bulan Nopember 2016. (JMS)

Rabu, 28 September 2016

Pelaksanaan TMMD Secara Tidak Langsung Promosikan Potensi Desa


Pekutatan (Wisma Berita)

Kegiatan TMMD ke-97 tahun 2016 di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana yang digelar oleh Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana ternyata sangat memberi inspirasi positif bagi masyarakat desa setempat karena semenjak dibukanya kegiatan TMMD tersebut, berbagai potensi yang ada di desa itu menjadi semakin banyak diketahui oleh kalangan masyarakat luar.

Seorang warga Desa Gumbrih, I Putu Mawa (41) yang memiliki usaha industri perumahan olahan makanan dan minuman coklat berbahan kakao, Rabu (28/9/16) sore mengaku sangat mendukung kegiatan TMMD tersebut dan menilai sangat bermanfaat sebab disamping melaksanakan pembangunan dengan sasaran fisik di desanya juga secara tidak langsung dapat mempromosikan potensi-potensi desa yang selama ini terpendam akibat terbatasnya komunikasi dan informasi.

"Berbagai usaha yang ada di desa kami perkembangannya sangat lamban, kendalanya adalah masalah pormosi dan permodalan. Namun, berkat pelaksanaan TMMD yang banyak mengundang datangnya berbagai SKPD ini, secara tidak langsung memberikan jawaban prihal kemudahan fasilitas terkait permodalan. Ditambah kehadiran para awak media yang sering meliput kegiatan, hingga kami mendapat tambahan jaringan guna mengatasi kendala tersebut", terang Mawa.


Sedangkan warga lainnya, I Kadek Bagiastra (50) salah seorang pengusaha madu mengatakan, disamping makanan olahan berbahan baku dari sumber daya alam yang ada di desa setempat, juga banyak kerajinan tangan dan barang lain hasil olahan masyarakat Desa Gumbrih yang bisa ditampilkan dan dijual kepada tamu-tamu yang mengunjungi pelaksanaan TMMD sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat setempat. Demikian sebaliknya, kalangan pejabat yang datang meninjau pelaksanaan TMMD bisa mengetahui apa saja potensi desa dan lebih menggalinya, hingga kemudian berlanjut pada upaya-upaya promosi. "Yang jelas kami merasa sangat terbantu, karena sejak pelaksanaan TMMD ini digelar, pejualan produksi kami meningkat justru pesanan madu kami sekarang lebih banyak dari kalangan masyarakat luar desa", jelasnya.

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Dansatgas TMMD Kodim 1617/Jembrana mengharapkan pelaksanaan TMMD ini dapat menjadi daya dukung bagi geliat pertumbuhan ekonomi pedesaan, seperti pembangunan fisik lainnya dapat memberikan kebermanfaatan bagi rakyat. Sedangkan kegiatan non fisik TMMD dapat menjadi sarana efektif pemberdayaan masyarakat dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, kesehatan, kreatifitas dan lain sebagainya.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak instansi terkait diantaranya Pemkab Jembrana termasuk para awak media guna membantu memfasilitasi dan mempromosikan apapun bentuk usaha, baik kerajinan dan hasil keterampilan desa, agar selain bisa bersaing dengan produk lain, bahkan kedepan juga bisa menembus pasaran internasional sehingga potensi-potensi yang ada ini dapat meningkatkan sektor perekonomi demi kesejahteraan masyarakat", kata Dandim.


Di sisi lain, Danramil 1617-04/Pekutatan, Kapten Inf Supena selaku Komandan SSK TMMD Kodim 1617/Jembrana saat dikonfirmasi mengatakan, dimana sasaran fisik pokok TMMD yang digelar yakni berupa pembangunan jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 5 untuk menghubungkan jalan dari Dusun Serong, Desa Gumbrih dengan Dusun Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, hingga H+8 telah mencapai hasil 65% sesuai target yang telah dijadwalkan. Sementara sasaran fisik tambahan yakni bedah rumah terhadap warga kurang mampu telah mencapai hasil 10%, sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan diberikan materi tentang Hak dan Kewajiban WNI serta Tertib Admistrasi Kependudukan oleh I Dewa Ketut Jugaria dari Dinas Kependudukan dan Catan Sipil Pemkab Jembrana. (JMS)

Jumpa Pers, Dandim Harapkan Peran Media Bantu Publikasi Potensi Bumi Mekepung


Negara (Wisma Berita)

Dalam jumpa pers yang digelar dengan Awak Media yang terhimpun dalam Jaringan Jurnalis Jembrana (JJJ) di warung wisata kuliner yang berlokasi di Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Rabu (28/9/16) siang, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus didampingi Pasi Intel Kodim 1617/Jembrana, Kapten Inf I Nyoman Gede Andika, mengharapkan adanya peran aktif para awak media dapat membantu mempublikasikan banyaknya potensi luar biasa yang terpendam di Kabupaten Jembrana.

"Di awal saya menjabat sebagai Dandim di Kabupaten Jembrana yang juga dikenal dengan julukan nama Bumi Mekepung ini, saya sudah dapat melihat banyak sekali potensi luar biasa yang masih terpendam baik Sumber Daya Alam maupun Manusianya", jelas Dandim.

Di samping sektor pariwisata, Dandim mengaku banyak sekali melihat postensi dan hal yang paling menjanjikan di Bumi Mekepung ini diantaranya banyak adanya tanaman kakao yang belakangan telah diolah secara swadaya menjadi makanan ringan seperti coklat batangan maupun minunan coklat melalui industri-industri perumahan.

Komoditas kakao memang dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan devisa wilayah karena selain faktor harganya yang cenderung stabil, tanaman kakao juga dapat dipanen setiap minggu serta memiliki harga jual yang sangat tinggi dan komoditi yang dihasilkan dapat menembus pasaran internasional.

"Segala potensi yang menjanjikan ini, tidak akan dapat berkembang dengan cepat menjadi wujud nyata tanpa adanya peran media karena melakukan promosi melalui media massa adalah cara paling gampang dan mudah sebab seluruh dunia dengan segera dapat melihat dan menerima informasi tersebut", kata Dandim.

Menurutnya, di era globalisasi ini dimana dari sekian banyak teknologi informasi yang dapat diakses dengan mudah dari manapun adalah menggunakan media cetak atau media massa serta media online yang biasa dikenal melalui televisi, radio, koran, internet dan lain-lain, maka tidak salah jika para awak media yang ada di Kabupaten Jembrana ini dapatnya membantu masyarakat dan pemerintah untuk mempublikasikannya karena pemerintah pusatpun kini sedang gencar-gencarnya mempromosikan produksi kakao bahkan hingga ke tingkat dunia sebab kakao saat ini justru menjadi komoditas ekspor pertanian terbesar ke tiga di Indonesia setelah kelapa sawit dan karet. Sebagaimana halnya yang dilakukan TNI khususnya Kodim 1617/Jembrana bukanlah semata untuk kepentingan kesatuan, melainkan juga adalah untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Sementara itu, Jaringan Jurnalis Jembrana mengapresiasi positif hal tersebut karena menurut mereka Pers memang memiliki peran sebagai lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang pengumpulan dan penyebaran informasi serta mempunyai misi ikut menegakkan keadilan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (JMS)