Jumat, 30 September 2016

Mengenang Jasa Pahlawan Revolusi, Kodim Gelar Persembahyangan Bersama


Jembrana (Wisma Berita)

Guna mengenang jasa para pahlawan Revolusi yang gugur dalam tragedi G-30-S/PKI, anggota Kodim 1617/Jembrana Jumat (30/9/16) malam menggelar persembahyangan bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing anggota.

Adapun persembahyangan yang dilakukan, dimana bagi anggota yang beragama Hindu dilaksanakan di Pura Jagadhita Kodim 1617/Jembrana dipimpin oleh Jro Mangku Serma Ida Bagus Pariada. Sementara untuk anggota yang beragama Islam, persembahyangan dilaksanakan di Masjid Kodim 1617/Jembrana dipimpin H. Ismail asal Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, selaku Imam didampingi Kasdim 1617/Jembrana, Mayor Inf Nanang Sulistiyo. Sedangkan anggota beragama Kristen, persembayangan digelar di Gereja Katolik Paroki ST. Petrus-Negara yang berlokasi di Jln. Wibisana, No. 5, Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, dipimpim oleh RD. Martinus Emanuel Ano, Pr didampingi Serma Arisron.


Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus saat dikonfirmasi membernarkan kegiatan tersebut. Menurutnya, persembahyangan yang dilakukan anggota sesuai agama dan kepercayaan mereka masing-masing itu merupakan renungan suci di malam hari untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi membela bangsa dan negara.

"Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa memahami peristiwa G-30-S/PKI sebagai fakta sejarah, meski menjadi sejarah yang kelam, namun hal ini tak bisa terbantahkan," jelasnya.


Dandim juga ingin mengajak masyarakat senantiasa meneguhkan empat pilar kebangsaan demi terwujudnya konsensus nasional. "Keempat pilar itu hendaknya dapat dijaga, kita pelihara dan dipertahankan dalam berbangsa dan bernegara, karena dengan terwujudnya semua itu, pastinya NKRI akan tetap berjaya," imbuh Dandim 1617/Jembrana. (JMS)

Masyarakat Harapkan Pembangunan ACJN Optimalkan Kearifan Lokal


Mendoyo (Wisma Berita)

Sejumlah tokoh dan masyarakat mengharapkan pembangunan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) yang dibangun di atas lahan seluas 6 hektar yang dibebaskan Kementerian PU PR menggunakan dana dari APBN Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018, berjalan sesuai apa yang dicanangkan.

"Di area pembangunan ACJN, kami memaklumkan keberadaan Pura Dangkahyangan Rambutsiwi yang merupakan tempat persembahyangan bukan saja umat Hindu di Bali melainkan seluruh umat Hindu yang ada. Sedari itu, kami mengharapkan senantiasa adanya sinergisitas antara ACJN dengan keberadaan Pura," ujar Ketua Pangempon Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, I Gusti Made Sedana, Jumat (30/9/2016).

Terkait hal itu, pihak Pangempon mengaku juga telah menunjuk salah satu Pemangku yakni Pemangku Pura Tirtha Dangkahyangan Rambutsiwi, Jro Mangku Suardana agar selain Ngayah di Pura juga ikut membantu menjadi Tim Sepiritualis (Pengaci), guna mendukung hal-hal sepiritual demi kelancaran dan keamanan sisi Niskala (Alam Maya) terhadap pelaksanaan pembangunan ACJN dimaksud, mengingat lokasi pembangunan ACJN ini selain berada di wilayah Pura Dangkahyangan Rambutsiwi juga dikenal warga menjadi wilayah yang cukup angker.

Sementara itu, Perbekel Yehembang Kangin, I Gede Suardika mengatakan, meskipun pembangunan ACJN ini adalah proyek bersifat nasional resmi dari pemerintah yang dapat saja melibatkan tenaga pekerja dari seluruh Indonesia, namun pihaknya tetap mengharapkan agar memprioritaskan warga Yehembang sabagai tenaga pekerja sebab area proyek tersebut berada di wilayahnya. "Kami mengharapkan kepada pihak proyek hendaknya dapat memprioritaskan warga kami sebagai tenaga pekerja terkait pelaksanaan pembangunan ACJN ini, selebihnya pada bidang apa saja yang tidak bisa dikerjakan baru mencari tenaga dari luar daerah, ini dilakukan adalah sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber daya lokal," harapnya.

Di sisi lain, Pemangku Pura Tirtha Dangkahyangan Rambutsiwi, Jro Mangku Suardana yang dimanatkan Pangempon sebagai Tim Sepiritual (Pengaci) pada pembangunan ACJN juga mengaku telah menyarankan kepada pihak proyek agar dapatnya mengoptimalisasi kearifan budaya lokal dalam pelaksanaan pembangunan ACJN. "Sebagai warga, kami tidak ingin apa yang dicanangkan kedepannya bernasib sama seperti pembangunan Rest Area dulu harus mangkrak sia-sia, sehingga pembangunan ACJN ini hendaknya dapat mengacu pada kearifan-kearifan lokal, seperti misalnya arsitektur bangunan setidaknya tidak bertentangan dengan motif-motif kearifan budaya lokal, sehingga berikutnya tetap bisa menjadi daya tarik kedatangan bagi wisatawan," jelasnya.

Hal senada disampikan warga lainnya, I Komang Siswantara (36) salah seorang warga Yehembang menyampaikan, terkait keberadaan ACJN ini nantinya diperlukan pengelolaan yang lebih profesional namun tetap mengedepankan suberdaya lokal yang ada baik alam maupun manusianya agar tidak mangkrak lagi dan yang paling penting keberadaannya dapat memberikan manfaat demi kesejarteraan masyarakat," harapnya.


Dari informasi yang dihimpun, pembangunaan ACJN ini berada di wilayah Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tepatnya di sebelah Barat Laut kawasan Pura Dang Kahyangan Luhur Rambut Siwi.

Pembangunan proyek ini berada di atas lahan seluas 6 hektar yang dibebaskan Kementerian PU PR menggunakan dana dari APBN Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018. Adapun lahan yang dibebaskan untuk pembangunan ACJN oleh Kemen PU PR adalah seluas 3,4 hektar sementara selebihnya dari Rest Area yang sebelumnya sempat mangkrak hingga ke Utara yang merupakan lahan milik Provinsi Bali yang diserahkan ke Pemerintah Pusat dengan total seluas 6 hektar.Pembangunan ACJN merupakan pengembangan Rest Area yang nantinya akan dibangun dengan beragam fasilitas dilengkapi Restoran, Toilet, Galery Seni, Kios UKM serta jika memungkinkan juga akan dilengkapi sarana SPBU, hingga diharapkan nantinya masyarakat bisa mengetahui berbagai infrastruktur yang tengah digelar Kementerian tersebut dan pembangunannya yang digarap oleh PT. Nindya Karya (BUMN) dengan Konsultan Pengawas dari PT. Virama Karya (BUMN) serta pemanfaatannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Proyek Manager PT. Nindya Karya, Syahriwal saat dikonfirmasi mengaku akan merespons positif apa yang menjadi amanat dari masyarakat dan menjelaskan bahwa pembangunan ACJN tersebut rencananya menelan anggaran sebesar 103 M yang bersumber dari APBN dengan tanda tangan kontrak mulai tanggal 29 Juli 2016, Nomor : HK.02.03/BPIW-PPK.P3/VII/2016/018, menggunakan Design and Build yaitu mendesign sambil membangun dengan sistem Multiyears namun pengerjaan struktur di tahap I baru dianggarkan senilai 67 miliyar dijadwalkan baru akan mulai awal Nopember 2016 dan rampung tahun tanggal 20 Mei 2018, sedangkan Pemkab Jembrana membantu memfasilitasi masyarakat sekitar. Adapun terkait pembebasan lahan sudah dilakukan senilai Rp 3-4 Milyar dan kini dalam tahap perataan lahan. Berikut terkait pengamanan, karena pembangunan ACJN ini adalah merupakan proyek resmi, sehingga keamanan yang ada direkomendasikan melibatkan Satuan Pengamanan (Satpam) dibantu apkam wilayah diantaranya TNI dan Polri yakni Babinkamtimbas dan Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan bersinergi dengan Keamanan Adat yaitu Pecalang wilayah setempat serta Pemangku Pura Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi sebagai pengemban Sepiritual.

Sedangkan Pelaksana Lapangan PT. Nindya Karya, I Made Sujana mengatakan pembangunan ACJN hingga saat ini masih dilakukan tahap pembersihan lahan dan tahap pembangunan baru dimulai menginjak bulan Nopember 2016. (JMS)

Rabu, 28 September 2016

Pelaksanaan TMMD Secara Tidak Langsung Promosikan Potensi Desa


Pekutatan (Wisma Berita)

Kegiatan TMMD ke-97 tahun 2016 di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana yang digelar oleh Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana ternyata sangat memberi inspirasi positif bagi masyarakat desa setempat karena semenjak dibukanya kegiatan TMMD tersebut, berbagai potensi yang ada di desa itu menjadi semakin banyak diketahui oleh kalangan masyarakat luar.

Seorang warga Desa Gumbrih, I Putu Mawa (41) yang memiliki usaha industri perumahan olahan makanan dan minuman coklat berbahan kakao, Rabu (28/9/16) sore mengaku sangat mendukung kegiatan TMMD tersebut dan menilai sangat bermanfaat sebab disamping melaksanakan pembangunan dengan sasaran fisik di desanya juga secara tidak langsung dapat mempromosikan potensi-potensi desa yang selama ini terpendam akibat terbatasnya komunikasi dan informasi.

"Berbagai usaha yang ada di desa kami perkembangannya sangat lamban, kendalanya adalah masalah pormosi dan permodalan. Namun, berkat pelaksanaan TMMD yang banyak mengundang datangnya berbagai SKPD ini, secara tidak langsung memberikan jawaban prihal kemudahan fasilitas terkait permodalan. Ditambah kehadiran para awak media yang sering meliput kegiatan, hingga kami mendapat tambahan jaringan guna mengatasi kendala tersebut", terang Mawa.


Sedangkan warga lainnya, I Kadek Bagiastra (50) salah seorang pengusaha madu mengatakan, disamping makanan olahan berbahan baku dari sumber daya alam yang ada di desa setempat, juga banyak kerajinan tangan dan barang lain hasil olahan masyarakat Desa Gumbrih yang bisa ditampilkan dan dijual kepada tamu-tamu yang mengunjungi pelaksanaan TMMD sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat setempat. Demikian sebaliknya, kalangan pejabat yang datang meninjau pelaksanaan TMMD bisa mengetahui apa saja potensi desa dan lebih menggalinya, hingga kemudian berlanjut pada upaya-upaya promosi. "Yang jelas kami merasa sangat terbantu, karena sejak pelaksanaan TMMD ini digelar, pejualan produksi kami meningkat justru pesanan madu kami sekarang lebih banyak dari kalangan masyarakat luar desa", jelasnya.

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Dansatgas TMMD Kodim 1617/Jembrana mengharapkan pelaksanaan TMMD ini dapat menjadi daya dukung bagi geliat pertumbuhan ekonomi pedesaan, seperti pembangunan fisik lainnya dapat memberikan kebermanfaatan bagi rakyat. Sedangkan kegiatan non fisik TMMD dapat menjadi sarana efektif pemberdayaan masyarakat dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, kesehatan, kreatifitas dan lain sebagainya.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak instansi terkait diantaranya Pemkab Jembrana termasuk para awak media guna membantu memfasilitasi dan mempromosikan apapun bentuk usaha, baik kerajinan dan hasil keterampilan desa, agar selain bisa bersaing dengan produk lain, bahkan kedepan juga bisa menembus pasaran internasional sehingga potensi-potensi yang ada ini dapat meningkatkan sektor perekonomi demi kesejahteraan masyarakat", kata Dandim.


Di sisi lain, Danramil 1617-04/Pekutatan, Kapten Inf Supena selaku Komandan SSK TMMD Kodim 1617/Jembrana saat dikonfirmasi mengatakan, dimana sasaran fisik pokok TMMD yang digelar yakni berupa pembangunan jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 5 untuk menghubungkan jalan dari Dusun Serong, Desa Gumbrih dengan Dusun Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, hingga H+8 telah mencapai hasil 65% sesuai target yang telah dijadwalkan. Sementara sasaran fisik tambahan yakni bedah rumah terhadap warga kurang mampu telah mencapai hasil 10%, sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan diberikan materi tentang Hak dan Kewajiban WNI serta Tertib Admistrasi Kependudukan oleh I Dewa Ketut Jugaria dari Dinas Kependudukan dan Catan Sipil Pemkab Jembrana. (JMS)

Jumpa Pers, Dandim Harapkan Peran Media Bantu Publikasi Potensi Bumi Mekepung


Negara (Wisma Berita)

Dalam jumpa pers yang digelar dengan Awak Media yang terhimpun dalam Jaringan Jurnalis Jembrana (JJJ) di warung wisata kuliner yang berlokasi di Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Rabu (28/9/16) siang, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus didampingi Pasi Intel Kodim 1617/Jembrana, Kapten Inf I Nyoman Gede Andika, mengharapkan adanya peran aktif para awak media dapat membantu mempublikasikan banyaknya potensi luar biasa yang terpendam di Kabupaten Jembrana.

"Di awal saya menjabat sebagai Dandim di Kabupaten Jembrana yang juga dikenal dengan julukan nama Bumi Mekepung ini, saya sudah dapat melihat banyak sekali potensi luar biasa yang masih terpendam baik Sumber Daya Alam maupun Manusianya", jelas Dandim.

Di samping sektor pariwisata, Dandim mengaku banyak sekali melihat postensi dan hal yang paling menjanjikan di Bumi Mekepung ini diantaranya banyak adanya tanaman kakao yang belakangan telah diolah secara swadaya menjadi makanan ringan seperti coklat batangan maupun minunan coklat melalui industri-industri perumahan.

Komoditas kakao memang dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan devisa wilayah karena selain faktor harganya yang cenderung stabil, tanaman kakao juga dapat dipanen setiap minggu serta memiliki harga jual yang sangat tinggi dan komoditi yang dihasilkan dapat menembus pasaran internasional.

"Segala potensi yang menjanjikan ini, tidak akan dapat berkembang dengan cepat menjadi wujud nyata tanpa adanya peran media karena melakukan promosi melalui media massa adalah cara paling gampang dan mudah sebab seluruh dunia dengan segera dapat melihat dan menerima informasi tersebut", kata Dandim.

Menurutnya, di era globalisasi ini dimana dari sekian banyak teknologi informasi yang dapat diakses dengan mudah dari manapun adalah menggunakan media cetak atau media massa serta media online yang biasa dikenal melalui televisi, radio, koran, internet dan lain-lain, maka tidak salah jika para awak media yang ada di Kabupaten Jembrana ini dapatnya membantu masyarakat dan pemerintah untuk mempublikasikannya karena pemerintah pusatpun kini sedang gencar-gencarnya mempromosikan produksi kakao bahkan hingga ke tingkat dunia sebab kakao saat ini justru menjadi komoditas ekspor pertanian terbesar ke tiga di Indonesia setelah kelapa sawit dan karet. Sebagaimana halnya yang dilakukan TNI khususnya Kodim 1617/Jembrana bukanlah semata untuk kepentingan kesatuan, melainkan juga adalah untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Sementara itu, Jaringan Jurnalis Jembrana mengapresiasi positif hal tersebut karena menurut mereka Pers memang memiliki peran sebagai lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang pengumpulan dan penyebaran informasi serta mempunyai misi ikut menegakkan keadilan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (JMS)

Subdenpom Gelar Razia, Juga Lucuti Warga Sipil Yang Gunakan Atribut TNI


Negara (Wisma Berita)

Sebagai upaya pengawasan terhadap anggota TNI yang melakukan pelanggaran disiplin, Subdenpom IX/3-2 Negara melibatkan sebanyak 8 orang anggota Subdenpom IX/3-2 Negara dan 8 orang anggota Satlantas Polres Jembrana serta 2 orang Proovost Kodim 1617/Jembrana, Rabu (28/9/16) pagi menggelar operasi lalu lintas di jalan raya Gatot Subroto wilayah Kota Negara, Kabupaten Jembrana dalam rangka Pekan Disiplin menjelang HUT TNI ke-71 tahun 2016.

Operasi yang dipimpin Dansubdenpom IX/3-2 Negara, Lettu CPM I Gusti Nyoman Wiranata itu langsung merazia kendaraan dan kelengkapan dinas bagi anggota Prajurit dan PNS TNI-AD di jalan raya tersebut, tepatnya depan deretan toko Wijaya Negara.


"Razia ini digelar sebagai rangkaian operasi penegakan disiplin dan ketertiban dalam rangka Pekan Disiplin menjelang HUT TNI ke 71 tahun 2016, yang diperuntukkan bagi anggota Prajurit dan PNS TNI-AD, bertujuan untuk memantau serta menindak anggota Prajurit dan PNS TNI AD yang tidak disiplin dan melanggar ketertiban", jelas Dansubdenpom IX/3-2 Negara, Lettu CPM I Gusti Nyoman Wiranata.

Menurutnya, selain Prajurit dan PNS TNI-AD dimana sasaran dalam razia tersebut juga ditujukan kepada warga sipil yang menggunakan atribut militer seperti pakaian, jaket hingga stiker yang ditempel pada kendaraan atau nomor polisi kendaraannya.


Dari hasil pantauan, tampak petugas dengan seksama memeriksa sejumlah kendaraan yang digunakan oleh Prajurit dan PNS TNI. Pemeriksaan meliputi kelengkapan identitas/surat nyata diri dan kendaraan maupun kelengkapan yang digunakan, penyalahgunaan Noreg TNI, pelanggaran Surat Kendaraan TNI dan peruntukannya, termasuk kendaraan umum serta kedaraan angkutan barang juga sempat digeladah untuk memastikan di dalamnya tidak terdapat atribut-taribut TNI yang dimuat secara ilegal juga kemungkinan adanya benda berbahaya bahkan orang yang dicurigai sebagai teroris.

Menurut dia, pihaknya berupaya mengamankan atribut-atribut TNI yang digunakan bukan pada tempatnya karena dewasa ini atribut TNI kerap dipakai oleh masyarakat sipil dan digunakan untuk gagah-gagahan. Hal semacam itu, patut dicegah agar kewibawaan TNI, khususnya Angkatan Darat tidak tercoreng.


Tidak saja itu, operasi juga diarahkan untuk menemukan senjata api illegal yang dapat membahayakan masyarakat dan negara. "Pemeriksaan terhadap kendaraan angkutan umum juga kami lakukan mengingat Kabupaten Jembrana merupakan daerah lintasan dari pulau Jawa menuju Bali, dan sebaliknya. Oleh sebab itu, tidak metutup kemungkinan adanya orang-orang yang mengancam keselematan negara khusunya Bali yang melintas melalui Jembrana", tegasnya.

Dari hasil razia yang digelar, tidak ditemukan adanya anggota TNI yang melanggar. Justru kedapatan ada beberapa warga sipil yang terjaring karena menggunakan atribut militer diantaranya memakai jaket loreng TNI dan menempel stiker militer pada kendaraannya, langsung diminta untuk melepasnya. Adapun pelanggaran terhadap lalu lintas umum, diantaranya 5 pelanggaran tanpa SIM dan 2 pengendara sepeda motor tanpa mengenakan helm langsung ditilang oleh Satlantas Polres Jembrana yang tergabung dalam operasi. (JMS)

Selasa, 27 September 2016

TMMD, Azas Kebhinekaan Mampu Tangkal Proxy War


Pekutatan (Wisma Berita)

Upaya bela negara bukan saja menjadi tugas dan tanggung jawab TNI melainkan seluruh rakyat Indonesia termasuk warga masyarakat Jembrana guna menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah. Demikian materi yang sampaikan oleh Pasi Intel Kodim 1617/Jembrana, I Nyoman Gede Andika atas seizin Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus dalam penyuluhan yang merupakan sasaran non fisik TMMD ke-97 tahun 2016 di Dusun Serong, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana oleh Kodim 1617/Jembrana. "Seluruh warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, karena Negara Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia", tegasnya.

Lebih lanjut, dalam kegiatan penyuluhan yang digelar di Balai Banjar Sari, Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Selasa (27/9/16) malam yang diantaranya dihadiri oleh Babinsa Gumbrih Serda I Nyoman Gede Rosadi, Bhabinkamtibmas Gumbrih Bripka I Wayan Suarja, Kepala Dusun Serong I Gede Wirata Ardiasa dan Kelian Adat Banjar Sari I Wayan Suwedra serta masyarakat Dusun Serong berjumlah keseluruhan sekitar 70 orang tersebut, Pasi Intel Kodim 1617/Jembrana, I Nyoman Gede Andika menjelaskan dimana dalam kehidupan sehari-hari, rasa cinta tanah air dalam upaya membela negara ini dapat diwujudkan dengan saling mencintai sesama warga bangsa, aktif dalam kegiatan Siskamling, menjaga dan memelihara lingkungan hidup serta mengharumkan nama Bangsa. Sebab di era globalisasi ini, upaya-upaya penjajahan juga telah berkembang dan dilakukan dengan cara modern, diantaranya disinyalir dengan menggunakan sistem Proxy War.

"Proxy War merupakan kegiatan perang urat syaraf yang dicetuskan oleh negara-negara kuat dalam melakukan penjajahan terhadap negara lain tanpa perlu terlibat didalamnya, hingga hal ini merupakan ancaman nyata bagi bangsa kita kedepan. Penerapan Proxy War misalnya dilakukan dengan cara menebar kebencian menggunakan opini yang didesain sedemikan rupa sehingga masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan bertengkar, bersikap anarkis dan sulit bersatu serta meniru budaya asing yang negatif seperti tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas serta penerapan gaya hidup mewah dan lain-lain", jelasnya.

Dikatakan, cara paling efektif guna menangkal Proxy War berkembang di negara Indonesia adalah dengan mengedepankan azas kebhenekaan sebagai satu kekuatan yang didasari keseimbangan dan keharmonisan.

Selain itu, salah satu wujud peran serta dalam usaha pembelaan negara adalah melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Pada pengertiannya, Sishankamrata adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta artinya sistem ini melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya. Seyogyanya, sistem ini dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut untuk menegakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman yang tidak hanya bersifat fisik tetapi juga mental, sosial dan budaya, imbuh Pasi Intel Kodim 1617/Jembrana I Nyoman Gede Andika. (JMS)

Sinergisitas Pengamanan Wilayah, Dandim Kunjungi Pos Polisi Militer


Gilimanuk (Wisma Berita)

Pos Polisi Militer yang berlokasi di area Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana yang merupakan Satuan Jajaran Subdenpom IX/3-2 Negara, Selasa (27/9/16/) pagi mendapat kunjungan kerja dari Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus.

Kunjungan kerja Dandim yang juga dihadiri Danramil 1617-03/Melaya, Kapten Inf Adwan tersebut digelar adalah dalam rangka tatap muka dan koordinasi bersama anggota Jajaran Kodim 1617/Jembrana serta Pos Bekangdam IX/Udayana bertugas di wilayah Pelabuhan Gilimanuk.

"Selalu tingkatkan peran komunikasi dan koordinasi antar aparat terkait, sesuai tupoksi masing masing", harap Dandim 1617/Jembrana kepada seluruh anggota.


Dalam kesempatan itu, Dandim  Hendra juga memerintahkan kepada para Babinsa dapat secara maksimal memantau perkembangan situasi yang terjadi dan bergabung dalam setiap pelaksanaan razia yang digelar aparat keamanan terkait. "Seluruh anggota yang berdinas di lapangan harus dapat mengantisipasi dan menganalisa segala kemungkinan yang akan terjadi terkait dengan keamanan wilayah. Maksimalkan upaya deteksi dini dan cegah dini dengan lebih aktif melaksanakan sambang pesisir khususnya jalur-jalur tikus, jika ada yang dicurigai segera dilaporkan dan diantisipasi", perintah Dandim.

Kepada para anggota yang bertugas di lapangan diantaranya anggota Koramil 1617-03/Melaya di bawah pimpinan Danramil 1617-03/Melaya, Kapten Inf Adwan juga anggota Pos dari Bekangdam IX/Udayana termasuk anggota Pos dari Subdenpom IX/3-2 Negara di bawah pimpinan Dansubdenpom IX/3-2 Negara, Lettu CPM I Gusti Nyoman Wiranata, Dandim meminta agar membuat grafik manives kendaraan yang masuk ke Bali. "Dengan begitu, kita dapat lebih maksimal memperkuat jajaran keamanan khususnya Polri dalam melaksanakan pemeriksaan, baik terhadap orang, barang dan kendaraan guna mengantisipasi masuknya jaringan teroris ataupun pelaku kejahatan lainnya ke wilayah Bali melalui pelabuhan Gilimanuk", kata Dandim. Di samping itu, pihaknya juga akan memaksimalkan pengawasan terhadap pelabuhan-pelabuhan tradisional yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Jembrana yang disinyalir dapat saja digunakan sebagai jalur penyusupan oleh para pelaku kejahatan.

Mengakhiri kegiatan, Dandim Hendra tak lupa berpesan kepada anggota untuk selalu berdoa dan menjaga faktor keamanan baik personel maupun materill dalam setiap melaksanakan dinas. (JMS)